logo-responsive

SISTEM BIMBINGAN KONSELING SEKOLAH

SISTEM BIMBINGAN KONSELING SEKOLAH

( BP )

Oleh

Abdul Hamid,S.Ag M.M.Pd.

 

 

Abstrak

Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan, kemandirian dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Banyak masalah yang dihadapi dalam proses belajar dan pembelajaran terutama kesulitan belajar siswa seperti Hasil belajarnya rendah, dibawah rata-rata kelas, kemampuan Rendah (slow learner), materi belajar terlalu rendah, bakat dan minat tidak sesuai. Oleh karena itu perlu sekali adanya layanan bimbingan dan penyuluhan ditingkat sekolah/ madrasah.

Tugas pokok guru bimbingan dan penyuluhan ( konseling )  cukup berat, karena dia selalu melihat perkembangan siswa sebanyak 150 orang dalam 1 orang guru BP. Guru bimbingan dan penyuluhan merupakan bagian dari harapan sekolah/ madrasah karena dengan adanya mereka maka setiap permasalahn siswa dalam pengembangan karir akan dapat dengan mudah untuk mengarahkannya.

Kata Kunci : Sistem Bimbingan Konseling.

 

 

I. Pendahuluan

 

Menurut Koestoer ( 1993 ) Bimbingan dan Konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia. Manusia di dalam kehidupannya selalu menghadapi persoalan-persoalan yang silih berganti. Persoalan yang satu dapat diatasi, persoalan yang lain muncul, demikian seterusnya. Manusia tidak sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun kemampuannya. Manusia perlu mengenal dirinya sendiri dengan sebaik-baiknya. Karena dengan mengenal dirinya sendiri, mereka akan dapat bertindak dengan tepat sesuai dengan kemampuan yang ada pada padadirinya.

Bimbingan dan Konseling adalah pemberian bantuan kepada para peserta didik baik secara individual maupun kelompok mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi agar mereka dapat mandiri dan berkembang secara optimal. Adapun latar belakang perlunya Bimbingan Konseling dapat dibedakan menjadi beberapa faktor diantaranya yakni faktor psikologis, faktor perbedaan individu, faktor masalah kebutuhan individu, masalah tingkah laku  dan penyesuaian diri. Kegiatan atau tingkah laku pada hakikatnya merupakan cara pemenuhan kebutuhan.

Menurut Prayitno ( 2000; 37 ) banyak cara yang dapat ditempuh individu untuk memenuhi kebutuhannya, baik cara-cara yang wajar maupun yang tidak wajar, cara-cara yang disadari maupun yang tidak disadari. Yang penting untuk dapat memenuhi kebutuhan ini, individu harus dapat menyesuaikan antara kebutuhan dengan segala kemungkinan yang ada dalam lingkungan, disebut sebagai proses penyesuaian diri. Individu harus menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan baik lingkungan sekolah, rumah maupun masyarakat.

II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Bimbingan Konseling

Secara etimologis, bimbingan konseling terdiri atas dua kata yaitu “bimbingan” (Guidance) dan “konseling” (Counseling), kedua kata tersebut merupakan kata majemuk yang dirangkaikan untuk memberikan makna yang kuat bahwa proses bimbingan tidak akan dapat berjalan dengan baik dan berhasil maksimal tanpa dibarengi dengan konseling.

Guidance (bimbingan) diambil dari akar kata guide yang berarti mengarahkan, memandu, mengelol, menyetir, menunjukkan jalan, memimpin, memberikan petunjuk, mengatur, dan memberi nasihat.

Sedangkan istilah kedua yaitu counseling dalam bahasa Indonesia disebut konseling mempunyai makna mem bantu seseorang untuk menemukan jalan terbaik dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Menurut Jones, Guidances is the help given by one person to another in making choice and adjustments and in solving problem? Pengertian yang dikemukakan oleh ahli tersebut memberi makna bahwa tugas pembimbing hanyalah membantu agar indvidu yang dibimbing mampu membantu dirinya sendiri, sedangkan keputusan terakhir tergantung kepada individu yang dibimbing. Pada pengertian ini individu yang dibantu memiliki otoritas untuk menentukan cara terbaik baginya dalam mengatasi masalahnya dari berbagai alternative pilihan jalan yang mungkin diberikan oleh seorang konselor.

Berbnard & Fullme memberikan pengertian “Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu”. Pengertian ini merujuk kepada upaya konselor membantu kliennya agar dapat meningkatkan perwujudan diri individu atau dalam bahasa lain sering disebut sebagai upaya membantu individu untuk mengaktulisasikan potensi dirinya secara nyata dalam kehidupan di lingkungannya.

Dari beberapa pengertian bimbingan diatas dapat dikatakan bahwa ada beberapa indikator sebuah kegiatan dikatakan sebagai proses bimbingan yang dilakukan oleh seorang guru pembimbing atau juga oleh konselor yaitu:

  1. Suatu proses yang berkelanjutan (berkesinambungan).
  2. Suatu proses membantu individu atau sekelompok individu.
  3. Bantuan yang diberikan itu dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat mengarahkan dan mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan kemampuan atau potensinya.
  4. Kegiatan yang bertujuan utama memberikan bantuan agar individu dapat memahami keadaan dirinya dan mampu menyesuaiakan dengan lingkunganya.
  5. Bantuan yang diberikan tidak memberikan satu keputusan pemecahan masalah tetapi mengarah kepada pemahaman individu pada masaiah yang di hadapinya, sehingga individu dapat mengambil keputusan sesuai dengan kemampuannya sendiri dan mampu menanggung resiko yang akan dihadapinya kelak.

James P. Adam memberikan makna konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu dimana seseorang membantu yang lain supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungannya dengan masaiah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang.

Menurut Walgito ( 2004 )   mengemukakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masaiah kehidupannya dengan wawancara, dan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa kegiatan konseling itu mempunyai ciri-ciri:

  1. Pada umumnya dilaksanakan secara individual.
  2. Umumnya dilakukan dalam suatu perjumpaan tatap muka atau face to face.
  3. Merupakan sarana yang tepat dalam keseluruhan program bimbingan dan alat utama dalam kegiatan bimbingannya adalah wawancara.
  4. Pelaksanaan konseling dibutuhkan orang yang ahli. Secara professional artinya dilakukan oleh orang yang berkompeten didalam bidangnya yaitu konseling.
  5. Tujuan pembicaraan dalam proses konseling ini diarahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.
  6. Individu yang menerima layanan (klien) akhirnya mampu memecahkan masalahnya dengan kemampuannya sendiri. Pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab klien.

Secara singkat bimbingan dan konseling dapat dikatakan sebagai sebuah pelayanan dan pemberian bantuan kepada peserta didik baik individu atau kelompok agar tumbuh kemandirian dan perkembangan hubungan pribadi, sosial, belajar, karier dapat berkembang secara optimal.

B. Peranan Bimbingan Konseling Dalam Proses Pembelajaran

Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah pembentukan manusia yang utuh dan mandiri, maka proses pendidikan harus dapat membantu siswa mencapai kematangan emosional dan sosial sebagai individu dan anggota masyarakat selain mengembangkan kemampuan inteleknya.

Bimbingan dan konseling semakin hari semakin dirasakan perlu keberadaannya disetiap sekolah. Hal ini didukung oleh berbagai macam faktor yaitu:

  1. Sekolah merupakan lingkungan hidup kedua setelah rumah, dimana anak dalam waktu sekian jam (kurang lebih 6 jam) hidupnya berada disekolah.
  2. Para siswa yang usianya relatif lebih muda sangat membutuhkan bimbingan baik dalam memahami dirinya, mengarahkan dirinya, maupun dalam mengatasi berbagai macam kesulitan.

Kita sering menemukan siswa menunjukkan sikap berbeda satu dengan yang lainnya, padahal kita dapat mengenali secara pasti mana siswa yang sedang bermasalah dan mana siswa yang tidak sedang bermasalah dalam pembelajaran. Indikator siswa mengalamai kesulitan dalam belajar dapat diketahui dari berbagai jenis gejalanya seperti:

  1. Hasil belajar rendah, di bawah rata-rata kelas
  2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
  3. Menunjukan sikap yang kuirang wajar, suka menantang, dusta, tidak mau menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan sebagainya.

Apabila peserta didik berada dalam indikator diatas, maka bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan dalam bimbingan belajar, bimbingan sosial, dan bimbingan dalam mengatasi masaiah pribadi.

  1. Bimbingan Belajar

Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Bimbingan ini antara lain meliputi:

  1. Cara belajar, baik secara kelompok ataupun individual
  2. Cara bagaimana merencanakan waktu dan kegiatan belajar seperti: membuat jadwal antara belajar dengan kegiatan yang lain, mempelajari pelajaran sebelum dibahas disekolah.
  3. Eftsiensi dalam menggunakan buku-buku pelajaran, seperti: raji membaca referensi (buku, majalah, surat kabar dan internet).
  4. Cara mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu, dengan cara seperti: berdiskusi dengan teman atau bertanya kepada guru apabila ada materi yang kurang dipahami, mengikuti les pelajaran diluar jam sekolah, ataupun mengikuti les privat.
  5. Cara, proses dan prosedur tentang mengikuti pelajaran, seperti: berdoa sebelum belajar, tanamkan sikap ikhlas untuk belajar, mengikuti semua mata perlajaran yang diprogramkan, memperhatikan dan mendengarkan guru disaat menerangkan pelajaran dan mencatatnya, berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar dikelas, mengerjakan tugas sesuai dengan waktunya.
  6. Cara mengatur lingkungan, seperti: menentukan rempat belajar yang tepat, menghindari hal-hal yang mengganggu belajar, mengatur tempat belajar, mengatur bahan-bahan belajar, mengembangkan sikap positif, memulai belajar, latihan konsentrasi, belajar menghargai waktu.

 

  1. Bimbingan Sosial

Dalam proses belajar dikelas siswa juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok. Bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan masaiah sosial, sehingga terciptalah suasana belajar mengajar yang kondusif. Dengan maksud sebagai berikut:

  1. Memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuai, misalnya kelompok belajar disekolah atau kelompok bermain yang seusia.
  2. Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai, misalnya dengan melakukan pendekatan atau pengakraban antar teman sebaya.
  3. Membantu mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masaiah tertentu, misalnya dengan mengadakan bimbingan kelompok didalam kelas 6.

 

  1. Bimbingan Mengatasi Masaiah Pribadi

Bimbingan yang dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadinya, yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Siswa yang mempunyai masalah dan belum dapat diatasi/dipecahkannya, akan cenderung mengganggu konsentrasinya dalam belajar, akibatnya prestasi belajar yang dicapai rendah. beberapa masalah pribadi yang memerlukan bantuan konseling yaitu masaiah akibat konflik antara lain:

  1. Perkembangan intelektual dengan emosionalnya
  2. Bakat dengan aspirasi lingkungannya
  3. Kehendak siswa dengan orang tua atau lingkungannya
  4. Kepentingan siswa dengan orang tua atau lingkungannya
  5. Situasi sekolah dengan situasi lingkungan
  6. Bakat pendidikan yang kurang bermutu dengan kelemahan/keengganan mengambil pilihan.

Dari berbagai layanan bimbingan diatas hal yang perlu diperhatikan adalah sebab tejadinya masaiah belajar yang dialami siswa disekolah antara lain:

  1. Kurangnya Motivasi Belajar.
  2. Kelambatan Dalam Perkembangan Mental (Slow Learner).
  3. Bimbingan Pada Siswa Cepat Belajar.

Bimbingan konseling berperan dalam peningkatan mutu pendidikan pada tiga hal yang menjadi indikator dari kesuksesan pendidikan itu sendiri, yakni administrasi sekolah, pengajaran dan pembelajaran yang dilakukan, dan tentu saja hasil yang diperoleh oleh siswa.

Pertama, dimana yang dimaksud dengan administrasi sekolah bukanlah aspek tata usaha, melainkan lebih pada aspek manajerial dan kepemimpinan sekolah. Secara khusus bimbingan konseling dan administrasi sekoiah mempunyai hubungan yang bersifat mutualistik. Administrasi sekolah membutuhkan bimbingan dan konseling dalam hal masukan, saran dan laporan yang terutama berkaitan dengan kebutuhan siswa, tujuannya dalah supaya terjadi peningkatan mutu layanan yang diberikan pihka sekolah terhadap siswa.

Kedua, aspek pengajaran dan pembelajaran disekolah identik dengan kurikulum yang ada, dimana kemudian tujuannya adalah menyediakan pengalam belajar bagi siswa untuk meresapi pengalaman belajar tersebut. Dengan kata lain bidang pengajaran menyajikan pengelaman belajar, sedangkan bimbingan konseling, mengajak siswa untuk mereflesikan pengelaman belajar itu di dalam dalam konteks personal dan sosialnnya.

Ketiga, bimbingan konseling punya peran besar dalam meningkatkan kualitas siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dari bimbingan dan konseling disekolah yakni untuk membantu siswa untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya, berbagai latar belakang yang ada serta sesuai dengan tuntunan positif lingkungannya. Dalam kaitan ini bimbingan konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam hidupnya yang memiiiki wawasan, pandangan, interprestasi, pilihan, penyesuaian dan keterampilan yang tepat berkenaan dengan diri sendiri dan lingkungannya.

 

 

III. PENUTUP

A. Simpulan

Dalam pelaksanaannya disekolah, bimbingan dan konseling merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya merupakan bagian integral yang saling berkaitan. oleh sebab itu ada beberapa ahli menyebut bahwa konseling adalah jantung proses bimbingan. Secara singkat bimbingan dan konseling dapat dikatakan sebagai sebuah pelayanan dan pemberian bantuan kepada peserta didik baik individu/kelompok agar tumbuh kemandirian dan perkembangan hubungan pribadi, sosial, belajar, karier dapat secara optimal.

Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah pembentukan manusia yang utuh dan mandiri, maka proses pendidikan harus dapat membantu siswa mencapai kematangan emosional dan sosial, sebagai individu dan aanggota masyarakat selain mengembangkan kemampuan inteleknya. Dalam hal apa dan bagaimanakah bimbingan konseling bisa berperan dalam peningkatan mutu pendidikan? jawabannya harus dimulai dari tiga hal yang bisa menjadi indikator dari kesuksesan pendidikan itu sendiri, yakni administrasi sekolah, pengajaran dan pembelajaran yang dilakukan, dan tentu saja hasil yang diperoleh oleh siswa.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Koestoer, P. 1993.  Dinamika Dalam Psikologi Pendidikan, Erlangga, Jakarta.

Prayitno dan Anti. 1994.  Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

 

Walgito, Bimo. 2004.  Bimbingan dan Konseling (Studi & Karir).  Yogyakarta.

Winkel, W.S 2002.  Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Grasindo, Jakarta.

 

Winkel, W.S. 2003.  Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Gramedia, Jakarta.