logo-responsive

Artikel. EMPAT ELEMEN PENTING DALAM INTEGRITAS

EMPAT ELEMEN DALAM INTEGRITAS[i]

Oleh: Riyan Hidayat

 

Mewujudkan Zona Integritas pada lembaga pemerintah memerlukan pemahaman tentang Integritas itu sendiri. Hal ini diperlukan agar Zona integritas tidak hanya sekedar menjadi label yang kosong dari makna. Tulisan ini hanya merupakan bagian sangat kecil dari pembahasan tentang Integritas, namun semoga dapat ikut mendorong dalam proses mewujudkan Zona Integritas.

Integritas bukan sekedar perilaku yang baik dalam diri seseorang maupun pada level organisasi.  Integritas mengandung empat elemen yang harus dilakukan sehingga integritas menemukan wujud nyatanya. Keempat elemen Integritas, baik pribadi maupun organisasi, adalah:

  • Akuntabilitas
  • Kompetensi
  • Perilaku Etis
  • Pengendalian Korupsi atau tidak ada korupsi (no corruption)

Keempat elemen ini harus berlaku secara selaras untuk bekerja bersama akhirnya dapat mewujudkan integritas yang lebih besar.

Keempat elemen ini berbeda, namun saling melengkapi, keempat hal ini harus bersinergi untuk menjadi integritas. Semua elemen tersebut sama penting dan bernilainya – perlu diperhatikan bahwa jika salah satu dari elemen tersebut hilang, maka integritas tidak dapat terwujud. Selanjutnya kita akan membahas dari perspektif integritas pribadi dan institusional.

  1. Akuntabilitas

Akuntabilitas berarti bersedia terbuka bagi semua pemangku kepentingan yang sah untuk memungkinkan mereka memeriksa apakah kita atau organisasi kita melakukan tugas sebagaimana seharusnya tugas tersebut dilakukan. Jika seseorang atau organisasi berperilaku etis, kompeten secara manajerial dan teknis, tidak melakukan korupsi, dan menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan selaras dengan tujuan dan nilai-nilai yang berlaku, tetapi tidak siap untuk terbuka dan bertanggung jawab, maka tidak dapat diklaim sebagai tindakan dengan tingkat integritas yang tinggi.

Contoh Akuntabilitas

a. Pribadi

Seorang manajer yang kompeten, etis, yang tidak terlibat dalam korupsi, tetapi yang menghindar membayar pajak penghasilan pribadi yang diperlukan, tidak dapat mengklaim bertindak dengan tingkat integritas yang tinggi.

b.Organisasi

Kementerian, departemen, atau program pemerintah yang menolak membuka pembukuannya untuk penyelidikan yang sah tidak dapat mengklaim bertindak dengan tingkat integritas yang tinggi.

  1. Kompetensi

Memiliki kompetensi berarti memiliki dan mengerahkan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan individu atau organisasi. Diperlukan formulasi keterampilan dan atribut manajerial dan atribut teknis yang seimbang. Jika seseorang atau organisasi menampilkan kualitas lain (misalnya bertindak secara etis, bertanggung jawab kepada pemangku kepentingannya, tidak melakukan korupsi, dan semua ini sejajar satu sama lain, tetapi menunjukkan ketidakmampuan – ia tidak dapat mengklaim bertindak dengan tingkat integritas yang tinggi. Contoh Kompetensi

a. Pribadi

Seorang pegawai negeri yang melayani warga yang mengajukan permohonan izin usaha, tidak sepenuhnya memahami persyaratan posisinya, dan karena itu menunda menanggapi permintaan atau secara sewenang-wenang menyetujui atau menolak permohonan dengan sedikit pembenaran, ia tidak memenuhi syarat, dan tidak dapat mengaku bertindak dengan tingkat integritas yang tinggi.

b. Organisasi

Organisasi keuangan mikro yang misinya adalah menyediakan pinjaman kecil untuk orang miskin, tetapi meminjamkan uang kepada siapa pun, termasuk mereka yang tidak miskin, dan kemudian tidak memeriksa bahwa dana tersebut dihabiskan sebagaimana tertulis dalam perjanjian pinjaman – tidak dapat mengklaim bertindak dengan tingkat integritas yang tinggi.

  1. Perilaku Etis / Etika

Perilaku etis berarti berperilaku sesuai dengan seperangkat (sistem) prinsip dan komitmen yang ditetapkan untuk memandu pengambilan keputusan dan perilaku – kesadaran tentang apa yang penting, wajib atau diizinkan secara hukum, moral, profesional. Jika seseorang atau suatu organisasi bertanggung jawab kepada para pemangku kepentingannya, secara manajerial dan teknis kompeten, memiliki ketiadaan korupsi, dan semua kualitas ini selaras, tetapi tidak menunjukkan perilaku etis, ia tidak dapat mengklaim bertindak dengan derajat integritas yang tinggi.

Contoh perilaku etis

a. Pribadi

Seorang manajer yang dapat dipercaya, kompeten, dapat dipertanggungjawabkan, tetapi yang menerima suap yang memengaruhi tindakannya, tidak dapat mengklaim bertindak dengan tingkat integritas yang tinggi.

b. Organisasi

Organisasi keuangan mikro yang menolak meminjamkan uang kepada seseorang karena ia berasal dari suku atau kelompok etnis tertentu tidak dapat mengklaim bertindak dengan integritas tingkat tinggi.

  1. Pengendalian Korupsi

Pengendalian Korupsi berarti tidak memiliki toleransi terhadap korupsi dan memastikan bahwa kerangka kerja sistem organisasi ada untuk membuat korupsi menjadi sulit. Ada banyak cara berbeda di mana orang mempraktekkan korupsi tanpa dilihat sebagai sesuatu yang signifikan, dan dalam percakapan kita sering membuat lelucon tentang korupsi. Ini bisa berupa suap kecil, nepotisme untuk membantu kerabat kita, membayar uang untuk menyelesaikan sesuatu dengan cepat. Jika seseorang memiliki standar akuntabilitas, etika, dan kompetensi yang tinggi, tetapi menerima perilaku yang korup, maka kita tidak dapat mengatakan bahwa orang tersebut memiliki standar integritas yang tinggi. Organisasi perlu mengimplementasikan alat dan prosedur yang membuat korupsi sulit, dan hal yang penting untuk mempromosikan integritas di seluruh organisasi adalah perlunya mencegah korupsi.

Contoh kontrol korupsi

a. Pribadi

Seorang manajer yang dalam kapasitas pribadinya, mencoba membujuk orang tua siswa di sekolah anak-anaknya, untuk menghentikan praktik membayar guruuntuk memberi anak-anak mereka nilai yang tinggi, dapat dikatakan bertindak tidak korupsi sebaik perilaku etis, bertanggung jawab, dan kompeten lainnya.

b. Organisasi

Organisasi keuangan mikro yang bekerja dengan organisasi serupa lainnya untuk menetapkan standar praktik etika untuk sektor keuangan mikro, yang mencakup pembatasan pembayaran suap, memantau penerima pinjaman dan kegiatan mereka, memastikan bahwa mereka mengikuti standar dan prosedur yang ditetapkan atau tidak, memberlakukan aturan dan menjatuhkan sanksi setelah proses hukum. Organisasi ini dapat mengklaim memiliki kontrol korupsi, serta kompetensi, akuntabilitas, dan perilaku etisnya dengan standar integritas yang tinggi.

  1. Penyelarasan keempat elemen

Keempat elemen di atas perlu dilakukan secara selaras. Penyelearsan adalah sarana untuk mencapai tujuan integritas – dan itu berarti memiliki konsistensi antara apa yang Anda atau organisasi Anda maksudkan dan / atau katakan yang akan dilakukan (mis. Visi, misi, sasaran Anda) dan apa yang sebenarnya terjadi. Cara lain untuk menjelaskan ini adalah konsistensi dan kesatuan tujuan antara penerapan elemen perilaku integritas yang Anda atau organisasi Anda anggap penting dan perilaku yang benar-benar diimplementasikan. Jika seseorang atau organisasi berperilaku etis, kompeten secara manajerial dan teknis, menunjukkan akuntabilitas, dan tidak melakukan korupsi, tetapi bertindak dengan cara-cara yang tidak konsekuen – maka tindakan tersebut tidak bisa dikatakan sebagai tindakan yang tingkat integritasnya tinggi. Di sisi lain, sebuah organisasi yang menjelaskan visi, misi dan tujuan kepada karyawan, meninjau dan menegakkan pesan integritas dan pentingnya menyelaraskan empat unsur-unsurnya, dan para pemimpinnya menunjukkan perilaku integritas, maka akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berkembangnya integritas dalam jenis organisasi semacam ini.

Contoh Keselarasan

a. Pribadi

Seorang pemimpin yang kompeten, etis, dan bertanggung jawab, yang tidak melakukan korupsi, dan yang mengklaim sebagai peka gender, tetapi sebenarnya hanya mempekerjakan laki-laki, tidak dapat dinyatakan telah bertindak selaras dengan nilai-nilai dan prinsip kesetaraan dan tidak dapat diklaim memiliki integritas yang tinggi.

b. Organisasi

Organisasi keuangan mikro diketahui meminta jaminan yang tinggi sehingga mereka yang dimaksudkan untuk membantu (orang miskin) tidak dapat menggunakan layanannya, tidak sejajar dan tidak dapat bertindak dengan tingkat integritas yang tinggi. Menuntut tingkat jaminan yang tinggi dari orang miskin akan mencegah orang miskin mendapatkan akses yang adil untuk mendapatkan pinjaman, dan dengan demikian etika mereka tidak konsisten dengan sikap publik mereka membantu orang miskin.

Cara lain untuk mentukan bahwa sikap orang telah memiliki integritas, perilakunya konsisten dari satu tindakan ke tindakan berikutnya, juga memegang teguh nilai-nilai pribadi dan moral. Harapan besarnya adalah bahwa orang dengan integritas akan memiliki standar moral yang tinggi – bahkan jika orang lain tidak setuju dengan sikapnya.

Pada tingkat organisasi, jika suatu organisasi memiliki integritas, itu berarti bahwa organisasi dapat dipercaya untuk melakukan apa yang telah menjadi tujuan organisasi. Organisasi tersebut diharapkan memiliki kerangka etis yang kuat dan kompeten. Bagaikan jembatan yang kuat, tidak runtuh atau menunjukkan kelemahan struktural.

Penutup

Secara lebih sederhana hal-hal tersebut di atas dapat dipahami sebagai berikut:

Integritas adalah kesejajaran/keselarasan:

  1. Akuntabilitas
  • Kami bertanggung jawab atas tindakan kami
  • Kami melakukan apa yang kami katakan
  • Kami memberi para pemangku kepentingan informasi yang mereka butuhkan untuk memeriksa pekerjaan kami
  1. Kompetensi
  • Kami memiliki apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Kita melakukannya dengan baik
  • Kami mengelola pekerjaan kami secara profesional
  1. Perilaku etis
  • Kami menghargai pendapat orang lain
  • Kami bisa dipercaya
  • Kami bekerja untuk kepentingan publik
  1. Tanpa korupsi / pengendalian korupsi
  • Kami bekerja tanpa korupsi
  • Kami menggunakan alat untuk membuat korupsi menjadi sulit
  • Kami mendukung mereka yang mencoba mengurangi korupsi
  1. Keselarasan

Maksud kami dan apa yang kami katakan, tidak ada perbedaan atau perbedaan antara kata-kata kami dan tindakan kami. Pemahaman kami tentang Akuntabilitas, Kompetensi, dan Etika konsisten satu sama lain, dan saling mendukung satu sama lain dalam tugas memperkuat integritas.

 

[i] Tulisan ini diterjemahkan dan ditulis kembali dengan beberapa modifikasi dari “Live and work with integrity – You can do it! An integrity textbook”, Hal. 41 – 43. Integrity Action, London – UK, 2015.