logo-responsive

Artikel ” PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEDIKLATAN DALAM UPAYA MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEDIKLATAN DALAM UPAYA MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN

 

Oleh : Syaifullah, M.Pd

( Widyaiswara Ahli Madya pada  BDK Banjarmasin )

 

Pendahuluan

     Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM, penguatan kualitas pelayanan publik adalah salah satu area pembangunan zona integritas. Dalam implementasinya, Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kediklatan. Diantara bentuk pelayanannya adalah dengan (1) meningkatkan kualitas pelayanan diklat regular (2) memperluas kesempatan mengikuti diklat bagi ASN di wilayah kerja Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin, (3) meningkatkan pelayanan penyelenggara diklat, dan (4) meningkatkan kompetensi widyaiswara dalam menyampaikan materi diklat.

      Langkah pertama yang dilakukan Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin adalah meningkatkan kualitas pelayanan kediklatan baik untuk diklat regular maupun Diklat di Wilayah Kerja. Pada diklat regular ada beberapa inovasi yang sudah dilakukan. Diantranya adalah dengan menggunakan daftar hadir sistem barcode. Sistem ini sudah berlaku sejak tahun 2017. Berdasarkan hasil pengamatan penulis pada beberapa kegiatan diklat regular dan diklat di wilayah kerja penggunaan barcode ternyata efektif dalam meningkatkan disiplin peserta diklat dalam mengikuti pembelajaran. Semua peserta diklat sudah berhadir di dalam kelas sebelum pembelajaran dimulai.

   Langkah kedua adalah Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin telah memperbanyak pelaksanann diklat di wilayah kerja (DDWK). Dengan melaksanakan DDWK ini ASN tidak perlu datang ke Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin. Mereka cukup datang ke tempat diklat di wilayahnya masing-masing. Berdasarkan hasil wawancara dengan alumni diklat DDWK, ditemukan data bahwa mereka sangat senang mengikuti diklat. Mereka beralasan dengan DDWK mereka tidak perlu meninggalkan keluarga sehingga mereka lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran.

   Langkah berikutnya adalah meningkatkan pelayanan dalam penyelenggaraan diklat. kediklatan. Peningkatan pelayanan dimulai dari pelayanan pemanggilan peserta, pembukaan diklat, akomodasi dan konsumsi, dan yang lebih penting lagi adalah pelaksanaan pembelajaran.

     Pada setiap tahapan pelaksanaan dimulai dari pemanggilan peserta sudah ada Standar Operasional Prosedurnya (SOP). Sehingga peserta diklat mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pihak penyelenggara diklat. Misalnya, untuk standar pemanggilan peserta, paling lambat sepuluh hari sebelum pelaksanaan diklat surat pemanggilan peserta sudah diterima oleh masing-masing kementerian agama.

       Langkah yang keempat adalah meningkatkan kompetensi widyaiswara. Banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi widyaiswara baik peningkatan kapasitas maupun penguasaan materi sesuai spesialisasinya. Untuk itu setiap widyaiswara telah mengembangkan kompetensinya baik melalui pendidikan formal, diklat, seminar. Ataupun workshop. Berdasarkan penilaian peserta diklat terhadap widyaiswara yang dilakukan pada setiap sesi pembelajaran ditemukan data bahwa rata-rata widyaiswara mendapatkan nilai sangat memuaskan.

    Berdasarkan deskripsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin telah mengimplementasikan peningkatan kualitas pelayanan melalui peningkatan pelayanan kediklatan sebagai salah satu upaya implementasi salah satu area zona integritas yang dimulai pada tahun 2017.