logo-responsive

Artikel : PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEAGAMAAN DALAM  UPAYA MENINGKATKAN MUTU MADRASAH

 

Oleh :

Abdul Hamid,S,Ag M.M.Pd.

( Widyaiswara Ahli Madya Bdk Banjarmasin )

Editor : bangyoes

Abstrak

Pendidikan Islam merupakan salah satu objek kajian yang selalu menarik perhatian banyak orang, baik itu darri institusi pendidikan itu sendiri maupun dari institusi diluar dari pendidikan. Para peneliti yang mengkaji tentang eksistensi islam itupun bukan hanya dari dalam negeri saja melainkan juga peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia maupun diberbagai negara didunia. Pendidikan Islam merupakan agen pencerahan dan penyelematan hidup manusia dimana pendidikan islam itu sangat membutuhkan pondasi yang kuat, arah yang jelas dan tujuan yang utuh. Melalui pondasi, arah dan tujuan tersebut pendidikan Islam diharapkan bisa terlaksana seperti yang tersirat dalam sumber ajaran Islam ( al-qur’an dan hadits ) dan senantiasa mendorong umatnya menjadi orang atau kelompok yang berkualitas ( berilmu ), beriman, dan punya kesalehan yang tinggi. Meskipun secara konsepsi pendidikan Islam itu masih terdapat perbedaan pandangan, akan tetapi dalam implementasi dan tujuan yang dicita-citakannya perlu sebuah pemikiran yang matang oleh pelaku dan atau tokoh keagamaan.  

Katakunci : Perspektif Pendidikan Keagamaan dalam Upaya Meningkatkan Mutu Madrasah.

I. PENDAHULUAN

        Pendidikan Islam adalah: Bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Manusia sebagai makhluk sosial bisa bertahan hidup harus dengan pertolongan dan bimbingan orang lain. Pertolongan dan bimbingan dari orang lain itu merupakan bimbingan untuk mempengaruhi perkembangan anak baik perkembangan jasmani dan perkembangan rohani sehingga ia dapat berdiri sendiri dan memiliki pribadi yang utama. Apabila pendidikan yang diberikan itu didasari oleh ajaran Islam dan ditujukan kepada terbentuknya pendidikan muslim maka dinamakan pendidikan Islam.

         Pendidikan Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang telah di yakini secara menyeluruh, serta menjadikan ajaranIslam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak

      Dari pengertian di atas kita bisa memahami bahwa bimbingan dan pertolongan  yang diberikan haruslah berdasarkan pada hukum-hukum Islam, dengan kata lain yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Sebagaimana Allah SWT, berfirman dalam surah Al-Isra ayat 36 yang berbunyi :

Artinya :“Dan Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati itu akan diminta pertanggungjawabannya”.

         Pendidikan Islam merupakan ilmu yang mempelajari kerangka dan- konsep, prinsip, fakta serta teori pendidikan bersumber dari ajaran Islam yang mengarahkan kegiatan pembinaan pribadi anak dengan sengaja dan sadar dilakukan oleh seorang pendidik untuk membina pribadi muslim yang taqwa. Dengan kata lain pendidikan Islam berfungsi mengarahkan para pendidik dalam membina generasi penerus yang mandiri, cerdas dan berkpribadian yang sempurna (sehat jasmani dan rohaninya) serta bertanggung)awab dalam menjalani hidupnya sebagai hamba Allah, makhluk individu, dan sosial menuju terbentuknya kebudayaan Islam.

 

II. PEMBAHASAN

A. Pilar-pilar Pendidikan Islam Dalam Pandangan Al-Qur’an

          Menurut Muhammad Amin ( 2010 : 57 ) Pendidikan dalam perspektif Alquran dapat dilihat bagaimana Luqman Al-Hakim memberikan pendidikan yang mendasar kepada putranya, sekaligus memberikan contoh yang menunjukkan perbuatannya lewat pengamalan dan sikap mental yang dilakukannya sehari-hari dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Diantara wasiat pendidikan ‘monumental’ yang dicontohkan Luqman lewat materi“bil lisan” dan dilakukannya lewat“bil ‘amal” yang paling utama  adalah : Jangan sekali-kali menyekutukan Allah SWT, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, jangan mengikuti seruan syirik, ingatlah bahwa manusia itu pasti mati, hendaklah kita tetap merasa selalu diawasi oleh Allah SWT, hendaklah selalu mendirikan sholat, kebijakan selalu yang baik dan tinggalkan perbuatan keji, jangan suka menyombongkan diri, sederhanalah dalam berpergian, dan rendahkanlah suaramu. Walaupun begitu sederhana materi dan metode yang diajarkan Luqman Al-Hakim kepada putranya termasuk kepada kita semua, namun betapa cermat dan mendalam filosofi pendidikan serta hikmah yang dimiliki Luqman untuk dapat dipelajari oleh generasi berikutnya sampai akhir jaman. Konsep pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an banyak diterangkan dalam Q.S.A1-Luqman :12-19.

       Seorang tokoh Luqman Al-Hakim seperti dijelaskan di atas merupakan suatu keniscayaan dalam dunia pendidikan, hingga dapat melahirkan para ahli pendidikan dibidangnya masing-masing, sejak Al-Qur’an dilaunchingkan oleh pembawa risalah terakhir yaitu Rasulullah Muhammad SAW empat belas abad yang lalu hingga sekarang bahkan sampai akhir jaman. Islam memandang dan memposisikan sendi- sendi keilmuan atau ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang sangat utama dan urgen. Ia merangkul iptek sedemikian rupa sehingga menganggap suci dan disamakan derajatnya dengan jihad bagi perjuangan orang-orang yang berilmu dan yang mencari ilmu, juga karya-karya yang mereka temukan tentang fenomena dan rahasia alam semesta ini. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 11:

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “( Q.S.Al-Mujadillah : 11 ).

B. Tujuan Pendidikan Islam

Untuk merumuskan tujuan pendidikan Islam menurut penulis kita harus mengetahui terlebih dahulu ciri manusia sempurna menurut Islam. Sebelum mengetahui ciri manusia sempurna menurut Islam maka kita harus mengetahui hakikat manusia menurut Islam  :

1.Hakikat manusia menurut Islam

        Manusia adalah makhluk ciptaan Allah, yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungannya ( konvergensi ). Sebagaimana Rasulullah SAW mengatakan : Artinya : Dari Abu Hurairah Ra. Bahwasanya telah berkata Rasullullah SAW “Tiap orang dilahirkan membawa fitrah; ayah dan ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi” ( Hadis Riwayat Bukhori )

       Dalam perkembangan manusia cenderung untuk beragama dan mempunyai potensi cendrung untuk berbuat baik dan berbuat jahat, kecendrungan manusia untuk berbuat baik adalah kecendrungan beragama. Manusia sejak lahir cenderung percaya kepada kekuasaan yang tertinggi yang menguasai alam jagat raya ini. Dan mengakui bahwa Allah itu ada dan mengabdi kepada Allah merupakan kebutuhan manusia, dan manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi musyrik dan jahat. Ini merupakan fitrah manusia.

Adapun ayat-ayat yang menjelaskan tentang hakikat manusia

a. Surah Al-Rum ayat 30.

Artinya : “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; ( tetaplah atas ) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. ( Itulah ) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah, manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid, kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar, mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

b. Surah Al-Qashash ayat 77

Artinya : “ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari  ( kenikmatan ) duniawi dan berbuat baiklah ( kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan

 

2. Manusia sempurna menurut Islam

Manusia sempurna menurut Islam adalah manusia yang mempunyai ciri-ciri pokok yaitu jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilan, cerdas serta pandai, rohani yang berkualitas tinggi. Dari kutipan di atas ciri-ciri manusia sempurna menurut Islam adalah :

a. Jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilan

      Jasmani yang sehat serta kuat sangat di butuhkan dalam Islam terutama pada saat penyebaran agama Islam, karena kesehatan mempengaruhi semangat seseorang untuk melaksanakan agama dan memudahkan untuk mempelajari ilmu sehingga orang Islam mempunyai keterampilan sehingga bisa hidup mandiri.Manusia perlu mempunyai keterampilan sesuai dengan firman Allah dalam surah Hud ayat 37 dan Surah al-Anbiya ayat 80 serta Surah al-Anbiya ayat 80

Artinya : “ Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah) “

Kita sebagai muslim yang hidup pada zaman moderen ini tidak boleh meremehkan pendidikan keterampilan, karena orang akan sulit jika tidak mempunyai keterampilan untuk bersaing mencari penghidupan yang lebih baik.

b. Cerdas serta pandai

       Menurut Nur Yahya ( 2012 ) Islam menginginkan pemeluknya cerdas dan pandai. Ciri akal yang berkembang secara sempurna dengan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat tepat, sedangkan pandai ditandai dengan memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki banyak informasi. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan manusia harus cerdas dan pandai terdapat pada Surah Az-Zumar ayat 9.

Artinya : “ Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran “.

c. Rohani yang berkualitas tinggi

        Kalbu yang mempunyai kualitas tinggi merasakan perasaan sedih, gelisah, rindu, sabar dan tidak serakah dan iman kepada Allah sehingga ia bertaqwa kepada Allah dengan mengerjakan sholat khusuk, bila mengingat Allah hatinya tenang, bila dibaca Asma Allah bertambah tebal imannya, bila mendengar ayat-ayat Allah sujud dan menangis. Sehingga orang yang mempunyai kualitas rohani yang tinggi berfikir dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Dan manusia yang sempurna menurut Islam ialah orang beriman atau yang bertaqwa kepada Allah.

3. Tujuan pendidikan Islam

         Secara umum pendidikan Islam berfungsi mencerdaskan dan memberdayakan individu dan masyarakat sehingga dapat hidup mandiri dan bertanggungjawab dalam membangun masyarakat sehingga terbentuk pribadi muslim seutuhnya bahagia di dunia dan di akhirat dengan menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah dan hubungan manusia.

Tujuan pendidikan Islam adalah menyiapkan anak supaya anak diwaktu dewasa kelak merasa cakap melakukan pekerjaan dunia dan akhirat sehingga tercipta kebahagian bersama baik di dunia maupun di akhirat.

     Sedangkan tujuan dari pendidikan yang lainnya supaya manusia bisa memperoleh hidayah keimanan, bisa menggunakan akal pikiran dan analisis dan bisa berakhlak mulia dan berbauat saleh dan tidak menyekutukan Allah, penangkal kebatilan dan memelihara dari kerusakan jasmani, menjaga kesehatan, menjaga diri dari kerusakan hubungan sosial, menangkal penyakit moral, mejaga bahaya dari luar diri, menyiapkan generasi muda memilki peranan dimasa mendatang, memindahkan ilmu pengetahuaan dari yang tua ke yang muda dan memindahkan nilai-nilai yang bertujuan menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.

         Dari tujuan pendidikan Islam yang tercantumkan di atas, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa pendidikan Islam itu benar-benar bertujuan untuk membentuk manusia supaya menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa, beramal saleh, berakhlak mulia sehingga ia menjadi anggota masyarakat yang mampu berdiri sendiri mengabdi kepada Allah SWT. Dan berbakti kepada bangsa dan tanah airnya sesuai dengan ayat Al-Qur’an pada surah Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi :

Artinya : “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaku

        Dari ayat di atas maka tujuan pendidikan Islam ialah manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT. Tata cara menyembah kepada Allah bisa di capai dengan mempelajari dan mengembangkan diri sehingga bisa mengabdi kepada Allah dengan jalan yang benar.

 

D. Metode Pendidikan Islam

      Metode pendidikan adalah jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan Islam kepada anak didik agar terwujud kepribadian muslim.

Dalam menyampaikan pendidikan Islam kepada anak didik harus benar-benar disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan anak didik. Kita tidak boleh mementingkan materi atau bahan dengan mengorbankan anak. Dan kita harus menyusun cara penyampaian materi sesuai dengan kemampuan anak tetapi dengan cara yang menarik.

 1.Cara melaksanakan pengajaran

         Masalah cara melaksanakan pengajaran jauh lebih penting di banding kita mengetahui banyak metode-metode mengajar, yang dapat membantu seseorang untuk dapat mengajar bukanlah penguasaan metode-metode umum tersebut, tetapi bagaimana cara merancang “jalannya pengajaran”.

Menurut Ahmad Tafsir ( 2013 :  67 ) bahwa urutan langkah-langkah mengajar adalah mengetahui tujuan pengajaran yang hendak dicapai, kemampuan guru, keadaan alat yang tersedia dan jumlah murid.

      Sedangakan langkah-langkah yang harus di tempuh oleh seorang pendidik sebelum pembuatan metode pendidikan Islam adalah mempersiapkan mengajar yang meliputi pemahaman terhadap tujuan pendidikan Islam, penguasaan materi pelajaran dan teori-teori pendidikan Islam dan menguasai dan memahami prinsip-prinsip mengajar serta model-modelnya dan prinsif evaluasi sehingga pada akhirnya pendidikan Islam belangsung dengan cepat dan tepat.

Menurut Abdurrahman ( 2012 : 37 ) langkah-langkah pengajaran adalah membuat persiapan mengajar langkah-langkah yang di buat guru menetukan kondisi kesiapan kemampuan belajaranya, pembinaan afektif dan menentukan cara dan teknik evaluasi

Menurut Muhaimin dan Abdul Mujib bahwa pembuatan metode pendidikan Islam harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya yang meliputi tujuan pendidikan Islam, faktor anak didik, situasi dan fasilitas.

Dengan memperhatikan berbagai faktor sehingga kita lebih mudah dalam memilih dan menggunakan metode yang tepat dan efesien dan efektif dalam setiap proses belajar mengajar.

 

2. Metode pembinaan rasa ke beragamaan

Ada beberapa metode qur’ani yang dapat digunakan dalam aktivitas pendidikan dalam pembinaan rasa keberagamaan kepada anak didik, yaitu Metode Hiwar ( percakapan ) qur’ani dan nabawi, Metode kisah Qur’ani dan nabawi, metode amtsal ( perumpamaan ) qur’ani dan nabawi metode ibrah dan mau’izah dan metode Targhrib dan Tarhib.

Metode-metode di atas bisa kita gunakan sebagai suatu cara yang menghantarkan kepada tujuan pendidikan Islam sehingga anak bisa menjadi orang yang berakhlak mulia sehingga ia tumbuh menjadi insanun kamil.

 

E. Fungsi Pendidikan Islam

Kementerian Agama Dirjend Pendis ( 2015 : 57 ) Ilmu pendidikan Islam memiliki arti dan peranan penting dalam kehidupan manusia, dikarenakanfungsi yang dimiliki ilmu pendidikan Islam itu sendiri. Adapun fungsi tersebut adalah :

  1. Al-ikhbar, Bahwa ilmu pendidikan Islam memberikan bahan-bahan informasi tentang pelaksanaan pendidikan dalam segala aspeknya bagi pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan Islam. Ia memberikan bahan masukan (input) kepada ilmu ini, lalu diproses dalam pendidikan ( proses ), kemudian berakhir pada hasil yang diharapkan (output). Dari hasil yang diharapkan itu timbul umpan balik ( feedback ) yang mengoreksi bahan masukan(input). Mekanisme proses semacam ini berlangsung terus menerus selama proses pendidikan berlangsung.
  2. Al-khisabah, yaitu bahwa ilmu pendidikan Islam berfungsi sebagai pengoreksi ( korektor ) terhadap teori-teori yang terdapat dalam Ilmu pendidikan Islam, sehingga ada hubungan yang bersifat interaktif ( saling mempengaruhi )

        Menurut Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. pendidikan Islam berfungsi membuktikan kebenaran teori-teori kependidikan Islam, Memberikan informasi tentang pelaksanaan pendidikan dan pengembangannya, serta menjadi pengoreksi terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam.

     Fungsi pendidikan dalam Islam antara lain, untuk membimbing dan mengarahkan manusia agar mampu mengemban amanah dari Allah, yaitu menjalankan tugas-tugas hidupnya di muka bumi, baik sebagai Abdullah (hamba Allah yang harus tunduk dan taat terhadap segala aturan dan kehendak-Nya serta hanya mengabdi hanya kepada-Nya) maupun sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang menyangkut pelaksanaan tugas kekhalifahan terhadap diri sendiri, dalam keluarga atau rumah tangga, dalam masyarakat dan tugas kekhalifahan terhadap alam.

 

F. Upaya Meningkatkan Mutu Madrasah

1.Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Kepala Madrasah

        Di antara langkah yang harus dilakukan oleh kepala madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan menggunakan analisis situasi madrasah dengan pendekatan SWOT. Evaluasi diri, memahami kelebihan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki madrasah merupakan informasi pokok yang harus ada. Tanpa memahami kelebihan dan kekurangan ini madrasah tidak tahu kemana arah dan kegiatan untuk meningkatkan mutu harus dilaksanakan, apa saja yang perlu diteruskan dan sebaliknya apa saja yang harus dihentikan atau dihilangkan, termasuk memudahkan pembuatan visi dan misi madrasah yang disusun secara periodik melibatkan pihak madrasah dan orang tua siswa serta orang-orang yang peduli terhadap pendidikan yang ada di sekitar madrasah.

        Menurut Kamaruddin Amin ( 2018 ) Dirjend Pendis analisis situasi madrasah dengan pendekatan SWOT, dalam usaha peningkatan mutu pendidikan mencakup berbagai dimensi, antara lain :

  1. Belajar mengajar, meliputi lingkungan belajar, pembelajaran siswa, interaksi belajar mengajar, perencanaan proses belajar mengajar oleh guru, sistem penilaian dan perbaikan.
  2. Kepemimpinan dan budaya madrasah, yang meliputi kepemimpinan secara umum, kepemimpinan untuk melakukan perubahan, kepemimpinan untuk bekeija. budaya kesatuan dan kebersamaan, dan budaya perbaikan.
  3. Manajemen dan pengembangan madrasah, mencakup manajemen perbaikan tujuan madrasah, prioritas dan perencanaan.

Langkah berikutnya menjabarkan secara rinci aktivitas yang ada di madrasah, baik mencakup akademik maupun non akademik.

      Sebagaimana kami kemukakan di atas, begitu banyak proses yang terjadi di madrasah. Untuk itu perlu di identifikasi proses-proses yang pokok yang memiliki dampak besar mencapai kualitas madrasah. Misalnya, proses guru menyiapkan materi pembelajaran, proses guru mengevaluasi hasil pembelajaran, proses kepala memimpin madrasah, proses kepala madrasah memimpin stafadministrasi dalam kenaikan pangkat guru, proses guru berinteraksi dengan siswa di luar kelas, dan sebagainya.

      Setelah dapat mengidentifikasi indikator proses, maka langkah selanjutnya adalah mencari madrasah yang memiliki indikator yang dapat dinilai baik, untuk dijadikan standar membandingkan indikator madrasah yang baik ( standar ). Setelah mendapatkan gambaran bagaimana tiap indikator yang dimiliki dengan indikator standar, maka madrasah perlu membahas dan merencanakan langkah-langkah apa yang harus dilaksanakan, seberapa jauh target yang perlu ditentukan yang diinginkan untuk dicapai dalam waktu tertentu. Setelah target yang diinginkan dirumuskan maka madrasah perlu merencanakan kegiatan untuk mencapai target tersebut. Dalam merencanakan semua yang terlibat harus ikut serta, begitu pula semua orang yang terlibat harus memahami rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Dengan demikian kegiatan yang dilaksanakan adalah milik bersama dan untuk kepentingan bersama. Hasil pelaksanaan kegiatan harus di evaluasi secara periodik untuk mengetahui seberapa jauh target dapat dicapai dan dan seberapa jauh terdapat perkembangan pada madrasah tersebut untuk dapat mencapai mutu pendidikan yang diinginkan bersama.

2. Analisis Kondisi Pendidikan Saat Ini

       Perubahan yang cepat dalam dunia pendidikan yang disebabkan kemajuan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi melahirkan fenomena globalisasi. Segala peristiwa dan perubahan di Negara maju dengan cepat sampai ke berbagai Negara yang sekaligus akan menerima dampak baik positif maupun dampak negatif.

        Bagaimanapun, di dalam fenomena globalisasi tersebut ada peluang dan tantangan yang muncul terhadap dunia pendidikan. Antisipasi apa yang perlu dilakukan dalam dunia yang cepat berubah agar pendidikan di Indonesia tetap eksis dan mampu mengarahkan perubahan sesuai dengan visi kebangsaan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan akar budaya bangsa. Itu berarti, pendidikan di madrasah perlu disiapkan untuk masa depan yang lebih baik. Kurikulum, format pembelajaran, ketersediaan teknologi dalam mempermudah pemberdayaan perlu dirancang sedemikian rupa sehingga pendidikan di madrasah benar-benar dapat menyiapkan anak untuk mengisi masa depan.

        Selain itu pendidikan yang berlangsung di madrasah merupakan proses pembudayaan bagi anak-anak. Fungsi pendidikan adalah sebagai institusi sosial yang menjamin kelangsungan hidup generasi muda suatu bangsa. Baik pendidikan di madrasah, keluarga maupun di masyarakat (non formal) pada intinya untuk mengalihkan dan mengembangkan kebudayaan agar kehidupan masyarakat berlangsung terus sesuai dengan cita-cita bangsanya.

        Menghadapi tantangan pada era informasi dan perubahan sosial yang semakin cepat, pendidikan masa depan perlu sejak dini ( mulai pendidikan dasar ) melatih peserta didik untuk mampu belajar secara mandiri dengan memupuk sikap gemar membaca dan mencari serta memanfaatkan sumber informasi.

         Harapan terhadap perubahan akan peranan pendidikan untuk mencapai lulusan berkualitas semakin mengemuka dewasa ini. Namun pada saat bersamaan sampai kini, ternyata manajemen pendidikan nasional masih lemah. Pendidikan nasional masih dihadapkan pada berbagai permasalahan pokok, yaitu :

  1. Masih rendahnya pemerataan pendidikan;
  2. Masih rendahnya mutu dan relevansi pendidikan;
  3. Masih lemahnya manajemen pendidikan, disamping belum terwujudnya keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan akademisi dan kemandirian. Kemampuan masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan juga masih perlu dioptimalkan.

        Menurut Sudarminta ( 2010 : 9 ) bahwa indikator rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, yaitu :

  1. Rendahnya nilai rata-rata yang dicapai dalam ( UN ) dan UMPTN)
  2. Rendahnya daya serap peserta didik dalam memahami bahan pelajaran yang diberikan ; dan
  3. Rendahnya tingkat keterkaitan dan kesesuaian antara lulusan yang ada dengan kebutuhan akan tenaga keija dalam masyarakat. Untuk itu diperlukan perbaikan manajemen pendidikan khususnya manajemen madrasah.

       Dari sudut pandang kualitas, mutu pendidikan kita masih harus ditingkatkan, artinya mutu pendidikan masih jauh dari yang diharapkan. Beberapa indikatornya dapat dilihat ada kompetensi lulusan yang tidak memiliki kecakapan untuk hidup (life skill), rendahnya upah lulusan dan ketidaksesuaian pengetahuan dengan bidang pekerjaan yang ditekuni.

 

3. Analisis Kondisi Pendidikan Masa Datang

        Keberadaan madrasah sebagai lembaga pendidikan formal di Indonesia sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang “Sistem Pendidikan Nasional” memiliki peranan strategis dalam mengembangkan Sumber daya Manusia ( SDM ), karena lulusan madrasah memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional. Untuk itu, peran strategis madrasah perlu semakin ditingkatkan u nt uk merespon berbagai isu pendidikan nasional, baik yang terkait dengan otonomi madrasah, peningkatan mutu, akuntabilitas dan masalah guru.

     Madrasah berpenampilan unggul merupakan alternative baru dalam pendidikan yang menekankan kepada kemandirian dan kreatif madrasah yang memfokuskan diri pada proses pendidikan. Madrasah berpenampilan unggul atau madrasah yang efektif menggunakan strategi peningkatan budaya mutu, strategi pengembangan kesempatan belajar, strategi memelihara kendali mutu (quality control), strategi penggunaan kekuasan, pengetahuan dan informasi secara efisien.

         Madrasah berpenampilan unggul memerlukan upaya pemberdayaan madrasah dalam meningkatkan kegiatannya dalam menyampaikan pelayanan yang bermutu kepada peserta didik. Untuk itu, madrasah unggul menempatkan sumber-sumber informasi, pengetahuan dan keterampilan dalam upaya perbaikan madrasah. Penggunaan sumber informasi, metode belajar mengajar, para pengambil keputusan dalam struktur pemerintahan atau birokrasi dan system akuntabilitas sangat menentukan madrasah yang berpenampilan unggul.

Beberapa indikator yang menunjukkan madrasah berpenampilan unggul diantaranya:

  1. Memiliki Visi dan Misi untuk meraih prestasi / mutu yang tinggi.
  2. Semua personel madrasah memiliki komitmen yang tinggi untuk berprestasi.
  3. Adanya program pengadaan staf sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi.
  4. Adanya kendali mutu yang terus menerus ( quality control ).
  5. Adanya perbaikan mutu yang berkelanjutan.
  6. Adanya komunikasi dan dukungan insentif dari orang tua murid dan masyarakat.

        Upaya menuju madrasah unggul memerlukan keterlibatan para siswa, professional dan masyarakat dalam suatu system pendidikan. Untuk itu dperlukan strategi yang saling mengukuhkan dalam membangun sikap, pengetahuan, keterampilan, sharing informasi.

Ada empat hal yang terkait dengan prinsip-prinsip manajemen madrasah unggul, yaitu :

  1. Perhatian harus menekankan terhadap proses dengan terus menerus / berkelanjutan dalam peningkatan mutu.
  2. Mutu harus ditekankan oleh penggunan (costumer).
  3. Prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi madrasah bukan pemaksaan aturan.
  4. Sekolah harus menghasilkan siswa yang berkepribadian, memiliki skill dan kematangan emosional.

       Dalam proses pendidikan yang bermutu terlibat berbagai input, kurikulum, sumber daya manusia, sarana, biaya dan metode yang bervariasi serta penciptaan suasana belajar yang kondusif, manajemen madrasah yang menjadi otoritas kepala madrasah dan mensinkronkan berbagai input atau mensinergikan semua komponen dalam proses belajar mengajar.

    Seiring perubahan politik di Indonesia, maka kewenangan pelaksanaan pendidikan sekarang berada pada pemerintahan kabupaten dan pemerintahan kota. Hal ini berlangsung sejak otonomi daerah dimulai di Indonesia tahun 2000. Pengelolaan sistem pendidikan dari sentralistik kepada pemantapan desentralisasi untuk menuju situasi yang lebih baik. Intinya adalah pemberian kewenangan kepada daerah dalam mengelola pendidikan sebagai 7arah  pembangunan sumber daya manusia ( SDM ) yang unggul di daerah.

G. Kinerja Kepala

       Nuansa Otonomi Daerah yang digulirkan pemerintah melalui UU Nomor 22 Tahun 1999, melahirkan kebijakan tentang upaya peningkatan mutu pendidikan yang dibebankan kepala daerah / sekolah melalui Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah ( MPMBS ). Model manajemen ini menurut Drs. Umaedi M.Ed ( 2001 ) telah memberikan otonomi yang lebih besar kepada sekolah/madrasah dalam upaya peningkatan mutu, dengan mendorong pengambilan keputusan secara partisipasif yang melibatkan warga madrasah ( kepala madrasah, guru, karyawan, siswa, orang tua dan masyarakat ). Implementasi model managemen ini pada level madrasah, semakin memberat tugas dan tanggung jawab kepala beserta jajaran guru dalam pengelolaan sistem pendidikan madrasah. Sehingga peningkatan kinerja kepala dan peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu program prioritas.

         Kepala madrasah, dalam konteks otonomi daerah memiliki peran sentral di dalam sub-sistem madrasah. Sebagai top manajemen, ia akan menentukan sukses dan tidaknya madrasah dalam mengantisipasi perubahan kebijakan pendidikan. Oleh karena itu, upaya peningkatan kinerja kepala madrasah dilakukan agar  mampu manjalankan fungsinya dalam kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian ( organizing ), pelaksanaan ( actuating ), dan pengendalian ( controlling ), sehingga mereka memiliki visi ke depan dalam meningkatkan mutu madrasah.

       Semua itu akan dapat tercapai manakala kepala madrasah memiliki sifat aktif, kreatif dan inovatif serta mampu menciptakan suasana kondusif di lingkungan madrasah. Seorang kepala juga harus mampu mengidentifikasi dan memahami kekurangan/kelebihan yang dimiliki madrasah serta dituntut untuk memiliki ide-ide cemerlang dalam membuat terobosan-terobosan baru yang sangat dibutuhkan dalam membangun madrasah unggul disamping kemampuan dalam merangkul, melobi, bekerjasama, mengkoordinasikan dan mengarahkan semua komponen madrasah.

       Program peningkatan kinerja kepala madrasah ini dapat dimulai dengan pemberdayaan Kelompok Kerja Madrasah ( K3M ) dengan tujuan meningkatkan profesionalisme kepala, meningkatkan wawasan keilmuan sehingga memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global dan dalam menjalankan tugas. Musyawarah dan diskusi diupayakan untuk membangun komunikasi dan sinergi yang efektif dalam upaya menigkatkan mutu madrasah, melalui sharing ideas and experince ( berbagi ide dan pengalaman ) antara para kepala.

H. Peningkatan Profesionalisme Guru

        Persoalan yang dihadapi guru, terutama menyangkut kesejahteraan yang belum memadai memangharus diakui berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Tetapi di sisi lain, tidak sedikit pula guru yang kurang memiliki keahlian memilih metode mengajar yang sesuai dengan keadaan siswa. Padahal antara kemampuan intelektual dan kemampuan menguasai metode merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, kedua belah sisi harus sama diperhatikan.

         Hasil temuan  Asian Development Bank, menyimpulkan bahwa: cukup banyak guru madrasah yang  berwawasan luas dan memiliki kemampuan metodologi mengajar yang baik. Sehingga mereka  memiliki kontribusi efektif dalam proses belajar mengajar. Kualitas dan kompetensi mengajar mereka pun sudah cukup bagus dan  mampu menjadi idola bagi siswa-siswinya. KBM yang dilaksanakan cukup bagus dan berbasis teknologi  bersifat produktif . Guru hanya menjalankan transfer of knowledge ( mentransfer pengetahuan ) dengan model pembelajaran delivery system ( penghantar ) berdiri di depan kelas untuk mentranfer ilmu pengetahuan.

       Mereka mampu tampil sebagai building capacity of students to learn ( membangun kecakapan siswa dalam belajar ) seperti yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu, sangat mendesak bagi Kementerian Agama untuk lebih menekankan pada pembinaan profesionalisme guru, bila madrasah yang dikelola tidak ingin jadi nomor dua, sebagaimana image yang berkembang di masyarakat dewasa ini. Guru profesional menurut Prof. Suryanto Ph. D (2012)  akan dapat mengelola pembelajaran dengan efektif karena memiliki kompetensi yang terkait dengan iklim belajar di kelas, kemampuan dalam memanage strategi pembelajaran, mampu memberi umpan balik ( feedback ) dan memberi penguatan ( reinforeement ) serta yang lebih penting lagi adalah memiliki kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Hamid. 2015 . Makalah  Ilmiah. Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin.

https://smpalfurqonjember.wordpress.eom/renungan-islami/ilmu-pendidikan. Diakses Juni 2015.

Nur Yahya. 2012. Pendidikan Keagamaan yang Harmonis. Uninus Bandung.

R.Rakhmawati . 2010. Pendidikan Karakter Perspektif Pendidikan Islam. UIN Gorontalo.

Muhammad Amin. 2010. Sistem Pendidikan di Madrasah. Bandung.

Nana Syaodih. 2011. Manajemen Sekolah dan Masyarakat. Makalah pembelajaran. Uninus Bandung.