logo-responsive

Eksistensi Guru dalam Mendongkrak Motivasi Belajar Siswa

 

 

 

Eksistensi Guru dalam Mendongkrak

Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Zarkani,S.Ag, M.AP 

(Widyaiswara BDK Banjarmasin )

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. ABSTRAK

 

Motivasi berperan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Banyak siswa yang kurang termotivasi untuk belajar, karena dapat dilihat dari sikap siswa yang acuh terhadap proses pembelajaran, tidak memperhatikan guru ketika menjelaskan materi serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Penguatan dan penanaman motivasi belajar berada ditangan para guru. Guru adalah pendidik yang berperan dalam rekayasa pedagogik. Ia menyusun desain pembelajaran dan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Guru juga berperan sebagai pendidik yang mengajarkan nilai-nilai, akhlak, moral maupun sosial dan untuk menjalankan peran tersebut seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas yang nantinya akan diajarkan kepada siswa.

Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir, menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya, mengarahkan kegiatan belajar, membesarkan semangat belajar, menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja, siswa dilatih untuk menggunakan kekuatannya sehingga dapat berhasil.

Eksistensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, konsuler, eksplorator, demonstrator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, evaluator, dan motivator. Cara mengaktualisasikan eksistensi guru adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, memperjelas tujuan yang ingin dicapai, untuk membangkitkan minat siswa, menciptakan suasana yang menyegarkan dalam belajar, menggunakan variasi metode penyajian yang menarik, berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa, berilah penilaian yang objektif, berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa, ciptakan persaingan dan kerjasama.

 

Kata kunci : Eksistensi, Aktualisasi, Motivasi Belajar Siswa

II. BATANG TUBUH / SISTEMATIKA

A. Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan sektor menentukan kualitas suatu bangsa. Kegagalan pendidikan berimplikasi pada gagalnya suatu bangsa, keberhasilan pendidikan juga secara otomatis membawa keberhasilan bangsa. Unsur pendidikan, antara lain : peserta didik, pendidik, software, manajemen, sarana dan prasarana dan stakeholder. Aset yang diperlukan dalam pendidikan adalah sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berkualitas dapat berupa dari siswa, masyarakat, maupun dari pendidik.

Menurut sebagian pandangan bahwa, guru adalah sosok manusia yang patut digugu dan ditiru. Digugu dalam arti segala ucapannya dapat dipercaya. Ditiru berarti segala tingkah lakunya harus dapat menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat. Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak didalam diri yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Seseorang yang mempunyai intelegensi yang cukup tinggi, bisa gagal karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya. Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong motivasi. Banyak siswa yang kurang termotivasi untuk belajar.

Penguatan dan penanaman motivasi belajar berada di tangan para guru. Karena selain siswa, unsur terpenting yang ada dalam kegiatan pembelajaran adalah guru. Guru adalah pendidik yang berperan dalam rekayasa pedagogik. Ia menyusun desain pembelajaran dan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Guru juga berperan sebagai pendidik yang mengajarkan nilai-nilai, akhlak, moral maupun sosial dan untuk menjalankan peran tersebut seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas yang nantinya akan diajarkan kepada siswa.

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. Salah satu faktor dari dalam diri yang menentukan berhasil tidaknya dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Dari latar belakang tersebut, maka dalam naskah tulisan ini kami akan membahas mengenai Eksistensi Guru dalam Mendongkrak Motivasi Belajar Siswa”

  1. Rumusan masalah
  2. Bagaimana eksistensi guru ?
  3. Apa yang dimaksud dengan motivasi belajar siswa ?
  4. Bagaimana upaya guru dalam mendongkrak motivasi belajar siswa ?
  5. Tujuan penulisan
  6. Untuk mengetahui eksistensi guru.
  7. Untuk mengetahui motivasi belajar siswa.
  8. Untuk mengetahui upaya guru dalam mendongkrak motivasi belajar siswa.
  9. Signifikansi penulisan

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi penyusun, dapat menambah pengetahuan mengenai eksistensi guru dalam mendongkrak motivasi belajar siswa
  2. Bagi pembaca, diharapkan naskah ini bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan referensinya mengenai masalah eksistensi guru dalam mendongkrat motivasi belajar siswa.

B. Eksistensi Guru dalam Mendongkrak Motivasi Belajar Siswa

  1. Kerangka Teori

Omar Hamalik, (2001:158) buku beliau Proses Belajar Mengajar mengemuka-kan beberapa konsep berkenaan dengan motivasi dalam konteksnya dengan belajar, bahwa “motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”. Motivasi adalah suatu kondisi atau status internal (kadang-kadang diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasrat) yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan.

Lebih lengkap menurut Sudarwan Danim (1995 : 7) mendefinisikan tentang motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Siswa pada dasarnya siswa termotivasi untuk melakukan suatu aktivitas untuk dirinya sendiri karena ingin mendapatkan kesenangan dari pelajaran, merasa kebutuhannya terpenuhi, memperoleh penghargaan atau menghindari hukuman dari luar dirinya sendiri, seperti: nilai, tanda penghargaan, atau pujian guru.  

Istilah motivasi belajar mempunyai arti yang sedikit berbeda. Ia meng-gambarkan bahwa motivasi belajar adalah kebermaknaan, nilai, dan keuntungan kegiatan belajar tersebut cukup menarik bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar.

Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan terjadi apabila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan ia harapkan. Dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan dan tujuan merupakan hal ingin dicapai oleh seorang individu yang mengarahkan perilaku untuk belajar.

Bertolak dari arti kata motivasi diatas, maka yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat belajar atau sebagai pendorong semangat belajar.

  1. Pentingnya Motivasi Belajar

Abu Ahmadi (2004 : 181) dalam bukunya Sosiologi Pendidikan, bahwa fungsi pendidikan sekolah adalah untuk memberantas kebodohan dan memberantas salah pengertian. Orang belajar perlu adanya motivasi untuk menjadi tahu dan memahami hakekat suatu kebenaran.

Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut :

1)  Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.

2)   Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya.

3)   Mengarahkan kegiatan belajar, sebagai ilustrasi setelah ia ketahui bahwa dirinya belum belajar secara serius,

4)   Membesarkan semangat belajar.

5)   Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja, siswa dilatih untuk menggunakan kekuatannya sehingga berhasil.

Motivasi belajar juga penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bemanfaat bagi guru,yakni :

1) Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa,

Dalam hal ini pujian, hadiah, dorongan atau pemicu semangat dapat digunakan untuk mengobarkan semangat belajar.

2) Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa dikelas yang bermacam-macam  hingga dengan motivasi tersebut diharapkan guru dapat menggunakan strategi belajar mangajar.

3) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, dan penyemangat.

  1. Jenis Motivasi

Berdasarkan sifatnya, motivasi dapat dibedakan menjadi motif intrinsic dan motifi ekstrinsik :

1) Motivasi Intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari diri sendiri dan tidak dipengaruhi oleh sesuatu diluar dirinya karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Orang yang tingkah lakunya digerakkan oleh motivasi intrinsik, baru akan puas kalau tingkah lakunya telah mencapai hasil tingkah laku itu sendiri. Menurut Baharuddin, dalam bukunya Psikologi Pendidikan (2007: 63), bahwa hal ini identik dengan faktor pembawaan (hereditas). Misalnya, orang yang gemar membaca tanpa ada yang mendorong, ia akan mencari sendiri buku untuk dibacanya.

2) Motivasi Ekstrinsik

Baharuddin (2007 : 68), ini identik dengan faktor lingkungan (environment).

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan belajar.

  1. Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar

Motivasi mempunyai peranan strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam aktivitas belajar-mengajar.

Dasrun Hidayat (2013: 29) Gaya penyampaian pesan dalam komunikasi, yang disampaikan oleh guru kepada siswa akan mempengaruhi pada tingkat capaian yang diharapkan, sehingga aspek sopan santun, saling menghargai, berusaha memahami orang lain, mendengar keluhan, jelas dalam berbicara, melayani dan rendah diri. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, bisa dengan gaya bahasa tubuh, sebagaimana Tantowi Budiman (2010: 85) uraikan bahwa bahasa tubuh memiliki tiga manfaat utama, yaitu : secara sadar  menggantikan kata-kata, menguatkan kata-kata dan menunjukkan suasana hati dan sikap tertentu.

  1. Pengertian Eksistensi Guru

Pengertian Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Dalam dunia pendidikan, istilah guru bukanlah hal yang asing. Menurut pandangan lama, guru adalah sosok manusia yang patut digugu dan ditiru. Digugu dalam arti segala ucapannya dapat dipercaya. Ditiru berarti segala tingkah lakunya harus dapat menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat. Eksistensi memiliki padanan kata dengan peran serta atau peran aktif dari keberadaan sesuatu, sehingga eksistensi seorang guru bisa menjadi kontrol sosial (Social control) yang akan melakukan pengawasan/pengendalian. Hal ini dijelaskan (Ary H. Gunawan 2000:37)

Muhibbin Syah (2000 : 185-186), dalam bukunya Psikologi Pendidikan, bahwa profesi mengajar bagi seorang guru itu ada dua aliran. Aliran pertama mengganggap mengajar sebagai ilmu, dan aliran kedua menganggap mengajar sebagai seni. Keduanya menjadi satu dalam metode dan strategi pembelajaran untuk mendongkrak motivasi belajar siswa.

Eksistensi guru pada hakekatnya tidak hanya terletak pada peran seorang guru, tapi juga bagaimana upaya dalam mengaplikasikan potensi diri seorang guru tersebut sehingga memiliki peran yang strategis.

  1. Temuan Pembahasan
  1. Eksistensi Guru dalam Proses Pembelajaran

Perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingat optimal. Peran seorang guru sangatlah signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dan sebagainya. Peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai :

1) Guru sebagai demonstrator

Melalui perannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru senantiasa menguasai bahan/materi pelajaran yang akan diajarkannya dan mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menetukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

2) Guru Sebagai Pengelola Kelas

Mengajar dengan sukses berarti harus ada keterlibatan siswa secara aktif untuk belajar. Keduanya berjalan seiring, tidak ada yang mendahului antara mengajar dan belajar karena masing-masing memiliki peran yang memberikan pengaruh satu dengan yang lainnya. Keberhasilan guru mengajar ditentukan oleh aktivitas siswa dalam belajar, keberhasilan siswa dalam belajar ditentukan pula oleh peran guru dalam mengajar. Mengajar berarti menyampaikan atau menularkan pengetahuan dan pandangan yang dapat diartikan upaya memberikan stimulus, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Eksistensi guru sangat penting dalam mengelola kelas agar terjadi proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

3) Guru sebagai mediator

Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar. Media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan.

4) Guru sebagai fasilitator

Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar-mengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.

5) Guru sebagai evaluator

Setiap jenis pendidikan atau bentuk pendidikan pada waktu tertentu selama satu periode pendidikan akan diadakan evaluasi, artinya orang selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidik. Penilaian perlu dilakukan, karena dengan penilaian guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar.

 6) Guru sebagai motivator

Sejalan dengan pergeseran makna pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher oriented) ke pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student oriented), maka eksistensi guru dalam proses pembelajaran pun mengalami pergeseran, salah satunya adalah penguatan kinerja guru sebagai motivator. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif. Dalam perspektif manajemen maupun psikologi, kita dapat menjumpai beberapa teori tentang motivasi (motivation) dan pemotivasian (motivating) yang diharapkan dapat membantu para guru untuk mengembangkan keterampilannya dalam memotivasi para siswanya agar menunjukkan prestasi belajar atau kinerjanya secara unggul.

  1. Upaya Guru dalam Mendongkrak Motivasi Belajar Siswa

Meningkatkan motivasi belajar siswa adalah salah satu kegiatan integral yang wajib ada dalam kegiatan pembelajaran. Selain memberikan dan mentransfer ilmu pengetahuan  guru juga bertugas untuk meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Tak bisa kita pungkiri bahwa motivasi belajar siswa satu dengan yang lain berbeda, penting bagi guru untuk senantiasa memberikan motivasi kepada siswa agar senantiasa memiliki semangat belajar dan mampu menjadi siswa yang beprestasi serta  dapat mengembangkan diri secara optimal. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif mendongkrak motivasi belajar siswa.

Sebagaimana Stephen R (2011:23), seseorang harus mampu mengaktualisasikan  bagaimana cara berkomunikasi yang efektif, antara lain adalah adanya saling menghormati (respect), sebagaimana peran seorang guru dalam meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar.

Berikut ini penulis kemukakan beberapa petunjuk untuk mendongkrat motivasi belajar siswa.

1)  Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.

Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia ingin dibawa. Pemahaman siswa terhadap tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, akan semakin kuat motivasi belajar siswa. Sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai.

2) Membangkitkan minat siswa

Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh karena itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar.  Cara yang logis untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran adalah mengaitkan pengalaman belajar dengan minat siswa. Pengaitan pembelajaran dengan minat siswa adalah sangat penting, dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka.

3) Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar

Siswa hanya mungkin dapat belajar baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan, merasa aman, bebas dari takut. Usahakan agar kelas selamanya dalam suasana hidup dan segar, terbebas dari rasa tegang. Untuk itu guru sekali-kali dapat melakukan hal-hal yang bersifat humor.

4) Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik

Guru harus mampu menyajikan informasi dengan menarik, dan asing bagi siswanya. Suatu informasi yang disampaikan dengan teknik yang baru, kemasan yang bagus didukung oleh media yang belum pernah dikenal oleh siswa sebelumnya sehingga menarik perhatian bagi mereka untuk belajar. Dengan pembelajaran yang menarik, maka akan membangitkan rasa ingin tahu siswa didalam kegiatan pembelajaran yang selanjutnya siswa akan termotivasi dalam pembelajaran. Motivasi instrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik, dan juga penggunaan variasi metode pembelajaran. Untuk membangkitkan minat belajar siswa dapat dilakukan dengan cara pemutaran film, mengundang pembicara tamu, demonstrasi, simulasi, bermain peran, karya wisata, dan lainnya.

5) Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa

Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Dalam pembelajaran, pujian dapat dimanfaatkan sebagai alat motivasi. Karena anak didik juga manusia, maka dia juga senang dipuji. Namun begitu, pujian harus sesuai dengan hasil kerja siswa. Jangan memuji secara berlebihan karena akan terkesan dibuat-buat. Pujian yang baik adalah pujian yang keluar dari hati seoarang guru secara wajar untuk memberikan penghargaan kepada siswa atas jerih payahnya dalam belajar.

6) Berikan penilaian

Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. Untuk itu mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. Penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. Penilaian secara terus menerus akan mendorong siswa belajar, setiap anak memiliki kecenderungan untuk memperoleh hasil yang baik.

7) Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa

Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar yang positif, misalnya dengan memberikan tulisan “ bagus” atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya. Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penghargaan sangat efektif untuk memotivasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas, baik tugas-tugas yang harus dikerjakan segera, maupun tugas yang berlangsung terus menerus.

8) Ciptakan persaingan dan kerjasama

Persaingan yang sehat dapat menumbuhkan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pemebelajaran siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik. Guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antar kelompok maupun antar individu. Persaingan tidak selamanya menguntungkan, terutama untuk siswa yeng memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing, karena itu pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk menciptakan persaingan antar kelompok. Selain persaingan antar siswa lebih banyak pengaruh buruknya dari pada baiknya terhadap perkembangan kepribadian siswa. Persaingan antara diri sendiri dapat dialakukan dengan cara memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal kemajuan yang telah dicapai sebelumnya dan apa yang dapat dicapai pada pada waktu berikutnya.

Untuk mendongkrak motivasi belajar siswa, guru harus berusaha membentuk kebiasaan siswanya agar secara berangsur-angsur dapat memusatkan perhatian lebih lama dan bekerja keras. Beberapa petunjuk cara membangkitkan motivasi belajar diatas, adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif  seperti memberikan hukuman, teguran dan kecaman, memberikan tugas yang sedikit berat dan menantang.

 

  1. Penutup
  1. Kesimpulan

Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.

Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif.

Upaya yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswanya yaitu memperjelas tujuan yang ingin dicapai, membangkitkan minat siswa, ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, gunakan variasi metode penyajian yang menarik, berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa, berikan penilaian, berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa, ciptakan persaingan dan kerjasama.

  1. Rekomendasi

Perlu adanya latihan yang intensif untuk menjadi seorang guru yang profesional dalam berkomunikasi terhadap siswanya.

 

  • DAFTAR PUSTAKA

 

Abu Ahmadi Drs.H. 2004 : Sosiologi Pendidikan. PT Rineka Cipta, Jakarta

 

Ary H.Gunawan, Drs. 2000 : Sosiologi Pendidikan, PT Rineka Cipta. Jakarta

 

Baharuddin, M.Pd.I, Drs.H. 2007 : Psikologi Pendidikan. Ar-Ruzz Media, Yogyakarta.

 

Dasrun Hidayat, S.Sos, M.I.Kom, 2013 : Be A Good Communicator, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta.

 

Muhibbin Syah, M.Ed. 2000 : Psikologi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

 

Oemar Hamalik, Prof.Dr. 2004 : Proses Belajar Mengajar, PT Bumi Aksara. Jakarta.

 

Sudarwan Damin, 1995 : Media komunikasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta.

 

Tantowi Budiman, Drs. 2010 : Seni dan Teknik Berbicara, Cemerlang Publishing, Yogyakarta.