logo-responsive

JENIS-JENIS TEKS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH TSANAWIYAH oleh H. Yasir Arafat

  1. Pendahuluan

Teks bukan sesuatu yang dapat dipahami ataupun diinterpretasi dengan membaca, tetapi juga dapat pula melalui mendengarkannya. Kegiatan membaca maupun mendengarkan teks itu tidak sekadar untuk memahami dan menginterpretasi isinya. Selain lebih kompleks dalam hal bentuknya (lisan dan tulis), teks menurut Kurikulum 2013 dipandang sebagai suatu genre yang harus pula didalami struktur dan kaidahnya.

Jenis-jenis teks dalam kurikulum 2013 dapat diklasifikasikan berdasarkan kefaktualannya, yakni teks faktual (ilmiah) dan nonfaktual (imajinatif, sastra). Secara rinci, yang termasuk ke dalam genre faktual (ilmiah), yaitu teks eksposisi, eksplanasi, laporan, prosedur, berita, editorial, cerita sejarah, cerita ulang, ulasan, negosiasi, dan iklan. Sementara itu, jenis teks yang termasuk ke dalam genre nonfaktual (imajinatif,sastra) adalah teks pantun, anekdot, cerita ulang, cerita pendek dan novel)

  1. Pembahasan
  • Teks Faktual

Berdasarkan struktur atau susunannya, teks faktual dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yakni: berupa informasi yang penting dan informasi yang kurang penting. Adapun informasi penting disebut juga pokok-pokok informasi, yang terangkum dalam rumus 5 W+ 1 H. ( what, who, where, when, why dan how ). Sedangkan informasi yang kurang penting lazim disebut dengan ekor berita. Bagian ini berada setelah kepala atau tubuh berita.

Pokok-pokok informasi yang terangkum dalam rumus 5 W + 1 H, jika dibuatkan dalam bentuk tabel dapat dilihat di bawah ini:

Pertanyaan

Pokok-pokok informasi

1.      Peristiwa apa?

Padatnya pelabuhan merak

2.      Siapa yang mengalami peristiwa itu?

Truk-truk pengangkut barang,nonsembako

3.      Dimana peristiwa itu terjadi?

Di Pelabuhan penyeberangan Merak

4.      Kapan peristiwa itu terjadi?

Sepuluh hari menjelang lebaran

5.      Mengapa peristiwa itu terjadi?

Adanya larangan melintas bagi truk nonsembako pada 21-25 Nopember

6.      Bagaimana proses peristiwa itu terjadi?

Menyebabkan antrian truk di pintu masuk kapal

 

Teks faktual di atas menginformasikan tentang padatnya pelabuhan Merak oleh truk-truk pengangkut barang nonsembako pada sepuluh hari menjelasng lebaran.  Berita itu terdiri atas empat paragraf dan dibangun oleh unsur-unsur secara lengkap. Penyajian diawali dengan jawaban atas pertanyaan kapan dan diakhiri dengan jawaban atas pertanyaan bagaimana . Berita itu menurut saya disusun dari bagian yang penting menuju ke bagian yang kurang penting.

Teks itu merupakan hasil analisis terhadap suatu berita. Sebagaimana yang telah dipahami dari pelajaran sebelumnya bahwa maksud  dengan analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penguraian suatu teks atas berbagai bagiannya dan penelaahan begian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti semua keseluruhan.

Dari analisis itulah kita dapat merumuskan simpulan tentang isi dan bentuk suatu berita. Adapun yang dimaksud dengan simpulan adalah kata-kata akhir dari suatu uraian. Di dalam suatu simpulan juga harus memuat pokok-pokok berita, namun dalam rumusan yang lebih ringkas.

Dengan demikian, untuk sampai pada pernyataan-pernyataan seperti itu, perlu menguraikan suatu teks berita berdasarkan bagian-bagiannya. Dalam hal ini bagian-bagian berita meliputi unsur 5 W + 1 H.

 

Aspek kebahasaan yang menjadi karakteristik teks faktual:

  1. Adanya penggunaan kalimat langsung sebagai varian dari kalimat tidak langsung, hal ini terkait dengan pengutipan pernyataan-pernyataan yang digunakan.
  2. Adanya penggunaan konjungsi bahwa yang berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya, hal ini terkait dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
  3. Banyaknya penggunaan kata kerja mental, seperti mengatakan, menyebutkan, menjelaskan, menanyakan, memikirkan, mengutarakan, membantah, mengkritik, dan lain-lain.
  4. Adanya penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi dari perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan (when) dan di mana (where).
  5. Adanya penggunaan konjungsi yang bermakna kronologis (temporal) atau penjumlahan, seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya, hal ini terkait dengan pola penyajian umum yang mengikuti pola kronologis (urutan waktu).

Teks faktual harus:

  • Lengkap karena teks faktual yang baik harus mengandung jawaban atas pertanyaan apa, siapa, di mana,kapan,mengapa dan bagaimana.
  • Jelas, karena teks faktual itu yang baik harus menjelaskan fakta secara terperinci.
  • Bisa dipertanggungjawabkan karena teks faktual yang baik, isinya mengungkapkan fakta-fakta yang benar, sesuai dengan kenyataan dilapangan.

Mencatat fakta-fakta dari pengamatan atau wawancara dari tesk faktual dapat mengacu pada kerangka pola di bawah ini:

 

Pertanyaan

Jawaban

a.       Apa

 

b.      Siapa

 

c.       Kapan

 

d.      Di mana

 

e.       Mengapa

 

f.       Bagaimana

 

 

Untuk mengembangkan catatan itu menjadi sebuah teks faktual yang utuh dapat disajikan mulai dari bagian yang penting ke kurang penting. Hal ini sesuai dengan prinsip penyajian berita yang menganut pola piramida terbalik.

Kepala berita

 

Badan berita

 

Ekor berita

 

 

Apabila berita itu disusun dengan pola kronologis, kita dapat mengoptimalkan penggunaan kata kemudian, lalu, akhirnya, dan sejenisnya. Apabila berita itu disusun dengan pola kausalitas kita bisa mengoptimalkan penggunaan kata sehingga, akibatnya, sebabnya, oleh karena itu, oleh sebab itu, dan sejenisnya.

  • Teks Laporan

Teks laporan observasi tergolong ke dalam genre faktual, seperti halnya teks prosedur, eksposisi, eksplanasi dan negosiasi. Namun, dari segi fungsi teks tersebut dapat dikelompokkan ke dalam teks paparan, yakni teks yang bertujuan untuk menjelaskan suatu topik tertentu dengan sejelas-jelasnya. Untuk itulah, teks tersebut sering kali menggunakan media-media grafis, seperti tabel, grafik dan bagan.

Pemilihan kata merupakan syarat lain yang harus diperhatikan dalam suatu  penyajian laporan. Kata-kata dalam laporan berbeda dengan yang ada pada teks lainnya, misalnya, anekdot. Laporan mensyaratkan penggunaan kata yang berbeda dengan yang biasa digunakan  dalam karya sastra atau pun kata-kata sehari-hari. Kata-kata dalam suatu laporan harus lugas dan terbebas dari makna kias.

Apakah makna kias dan lugas itu ?

  1. Makna lugas

Makna lugas atau makna denotatif adalah makna yang tidak mengalami perubahan ataupun penambahan. Makna itu sesuai dengan konsep asalnya. Lugas dalam hal ini disebut juga “makna asal” . Makna inilah yang harus digunakan dalam karya ilmiah. Misalnya, apabila digunakan kata panas, maka makna panast dalam karangan ilmiah harus berarti suhu dan tidak boleh bermakna yang lainnya.

  1. Makna kias

Makna kias atau makna konotasi adalah makna yang berdasarkan perasaan atau pikiran seseorang. Makna konotasi sebenarnya merupakan makna denotasi yang telah mengalami penambahan. Berdasrkan perasaan atau pikirannya, seseorang melakukan penambahan-penambahan makna, baik itu yang berupa pengkiasan ataupun perbandingan dengan benda atau hal lainnya. Misalnya, dalam makna kias, kata panas bisa bermakna lain-lain.

  • Setelah dia bicara, diskusi itu semakin panas.
  • Hatiku panas mendengar ocehan orang itu.

Makna kata panas dalam kedua kalimat di atas tidak berarti suhu melainkan marah atau emosi.

Suatu laporan harus menghindari penggunaan kata-kata bermakna konotasi. Kata-kata yang digunakan dalam laporan diupayakan memiliki maksud yang jelas. Oleh karena itulah, dalam suatu laporan banyak dijumpai definisi untuk menjalaskan suatu kata atau konsep agar diperoleh keajegan makna dan dapat terhidar dari kesimpangsiuran maksud antara penulis dengan pembacanya.

JENIS TEKS

RAGAM BAHASA

1.      Laporan observasi

Lugas, baku

2.      Karya sastra

Bahasa sastra, konotatif, ada rekayasa

3.      Anekdot

Bahasa sehari-hari

 

Penulisan laporan tidak bisa lepas dari penggunaan istilah, baik itu istilah yang berhubungan dengan kegiatan observasi maupun dalam bidang penulisan laporan itu sendiri. Dalam kaitannya dengan kegiatan observasi, akan muncul istilah-istilah seperti metodologi, populasi, sampel, asumsi, dan sebagainya. Apabila bidang pembahasannya tentang kependudukan, akan muncul istilah-istilah seperti notalitas, mortalitas, migrasi, dan angka pengangguran. Sementara itu, apabila pembahasan atau hal yang diobservasi itu berkenaan dengan bidang pendidikan, muncullah istilah siswa, kurikulum, pembelajaran dan sejenisnya. Dalam bidang ilmu hayat, digunakan kata-kata seperti vertebrata, invertebrata, mamalia atau proses oksidasi.

Langkah-langkah menulis laporan:

  1. Melakukan observasi atau pengamatan lapangan dengan kriteria objek menarik dan dikuasai. Topik laporan, misalnya tentang kegiatan karnaval.
  2. Mendaftar topik-topik kecil yang dapat dikembangkan menjadi laporan. Contoh:
  3. Karnaval sebagai kegiatan rutin tahunan.
  4. Deretan peserta karnaval
  5. Kegiatan peserta karnaval
  6. Keadaan para penonton
  7. Kegiatan lain di dalam karnaval
  8. Manfaat karnaval
  9. Menyusun kerangka laporan sesuai dengan sistematika umum sebuah teks laporan, yaitu definisi umum, deskripsi per bagian dan deskripsi manfaat.

Struktur umum

Rincian topik

pengembangan

a.       Definisi umum

Karnaval sebagai kegiatan rutin tahunan

 

b.      Deskripsi per bagian

·         Deretan peserta karnaval

·         Kegiatan peserta karnaval

·         Kegiatan para penonton

·         Kegiatan lain dalam karnaval

·         Manfaat karnaval

 

c.       Deskripsi manfaat

·         Manfaat karnaval

 

 

  1. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi suatu teks yang padu. Dalam tahap ini kita pun perlu memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan yang menjadi karakter dari teks laporan. Dengan demikian, hasilnya benar-benar sesuai dengan kaidah-kaidahnya itu dan tidak berubah wujud menjadi teks jenis lainnya.

Contoh pengembangan teks

Karnaval merupakan kegiatan rutin di kota kami. Kegiatan tersebut dilaksanakan setahun sekali di akhir tahun, menjelang perpisahan sekolah. Para pensiunnya adalah utusan dari masing-masing sekolah. Mereka menyajikan berbagai atraksi dengan kostum yang bermacam-macam, kemudian berbaris membentuk kelimpok masing-masing.

Rombongan ini terbagi menjadi beberapa kelompok. Paling depan, deretam siswi-siswi imut. Mereka asyik memainkan mayoret, melakukan koreografi menggunakan benderanya masing-masing. Kelompok mayoret ini diikuti dengan marching band disusun dengan sejumlah pelajar yang menempeli tubuh mereka dengan papan yang bertuliskan hak-hak yang patut dituntut remaja. Rombongan diakhiri dengan sekelompok pelajar yang berbaris di dalam “selimut” berbentuk spanduk yang diisi petisi berupa tanda tangan pelajar dari sejumlah sekolah di Bandung.

Mengasyikkan memang acara itu. Hampir semua peserta merasa senang, termasuk masyarakat yang berjubel menyaksikannya. Mereka semua terhibur. Selain itu, karnaval meningkatkan solidaritas dan kekompakkan di antara pelajar, khususnya di kota Bandung. Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti itu mereka semakin berprestasi dan terjauh pula dari berbagai tawuran dan kegiatan tidak produktif lainnya yang sering kali melanda kalangan remaja di kota-kota lainnya.

  • Teks Prosedur

Berdasarkan fungsinya, teks prosedur tergolong ke dalam teks paparan. Teks tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang tata cara melakukan sesuatu dengan sejelas-jelasnya. Keberadaan teks semacam itu sangat diperlukan oleh seseorang yang akan mempergunakan suatu benda atau melakukan kegiatan yang belum jelas cara penggunaannya.

Teks prosedur tidak hanya berkenaan dengan penggunaan alat. Suatu teks prosedur dapat pula berisi cara-cara melalukan aktivitas tertentu dan kebiasaan hidup. Misalnya, cara belajar yang baik, pidato yang baik,menulis cerpen, mengatasi banjir,cara memasak makanan, cara hidup sehat, cara membangkitkan rasa percaya diri atau cara hidup bahagia.

Secara umum, untuk bisa menulis teks prosedur, kita harus menentukan topiknya terlebih dahulu. Pilihlah topik yang dikuasai dan bermanfaat untuk pembaca. Dibandingkan dengan topik tentang politik, hukum dan kriminal, topik tentang pendidikan tentu lebih dikuasai karena hampir setiap hari kita berada di laingkungan pendidikan, dan juga topik tentang dunia remaja. Berikut beberapa jenis topik yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan keremajaan.

No

Pendidikan

Keremajaan

1

Cara belajar kelompok yang efektif

Tips menghindari pergaulan bebas

2

Langkah-langkah berdiskusi yang benar

Kiat jitu agar disayang orang tua

3

Cara cerdas menjadi sang juara sejati

Langkah-langkah terbebas dari tawuran

4

Kita cepat mengingat pembelajaran

Cara sehat menurunkan berat badan

5

Tips mengintip sekolah unggulan

Langkah-langkah menuju remaja penuh percaya diri

 

Tulisan akan menjadi lebih menarik dan mendalam apabila kita memiliki bahan-bahannya yang banyak. Bahan untuk menulis karangan tidak selalu harus mengandalkan pengetahuan ataupun pengalaman langsng. Bahan-bahan tersebut juga dapat diperoleh melalui bacaan, kamus, surat kabar, majalah, dan internet

 

Struktur Teks

  1. Tujuan berisi pengantar berkaitan dengan petunjuk yang akan dikemukakan pada bagian pemnbahasan.
  2. Langkah-langkah pembahasan diisi dengan petunjuk pengerjaan sesuatu yang disusun secara sistemaris.

Terdapat tiga kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur:

  • Teks yang berisi cara-cara menggunakan alat, benda, ataupun perangkat lain yang sejenis. Misalnya, cara menggunakan komputer atau cara mengendarai mobil secara manual.
  • Teks yang berisi cara-cara melakukan suatu aktivitas. Misalnya, cara-cara melamar pekerjaan, cara membaca buku secara efektif, atau cara-cara berolahraga untuk penderita sakit jantung.
  • Teks yang berisi kebiasaan-kebiasaan atau sifat-sifat tertentu. Misalnya, cara-cara menikmati hidup atau cara-cara melepaskan kebosanan.

Struktur Teks Prosedur

Isi Teks

Judul

Apa yang harus Anda lakukan jika terkena tilang?

Tujuan

Di Indonesia banyak pengendara kendaraan bermotor. Jika pengendara mekalukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya. Pengendara kendaraan bermotor perlu mengetahui prosedur penilangan. Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan ketika dikenakan surat bukti pelanggaran berlalu lintas. Dengan memerhatikan hal ini, ketika melakukan pelanggaran, Anda tidak akan dirugikan dan akan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan.

Langkah-Langkah Kegiatan

Pertama, kenali petugas yang menilang Anda. Seperti nama, pangkat dan pakaian seragamnya

 

Kedua, pahami apa kesalahan Anda.

 

Ketiga, Pastikan tuduhan pelanggaran yang akan Anda terima.

 

Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK Anda. Polisi tidak berhak menahannya. Serahkan SIM Anda saja.

 

Kelima, terima atau tolak tuduhan pelanggaran yang Anda lakukan.

 

Beberapa kaidah yang berlaku pada teks prosedur :

  1. Teks prosedur banyak menggunakan kalimat perintah. Bahkan dalam beberapa contoh, kalimat perintah itu digunakan sebagai anak judul, yakni sebagai berikut:
  • Buatlah daftar target lengkap, mulai belajar sesuai urutam daftar.
  • Ciptakan suasana ruang belajar senyaman mungkin supaya betah befrada di sana.
  • Setelah itu, lakukanlah secara konsisten.
  • Aturlah penerangan agar sesuai dengan keperluanmu.
  • Buatlah semacam kerangka yang menjelaskan dari awal sampai akhir.
  • Baca ulang catatan pelajaran yang sudah kamu terima pagi tadi.
  • Pelajari materi yang paling sulit menurutmu.
  1. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah, banyak pula pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan.
  2. Di dalam teks prosedur juga banyak digunakan konjungsi temporal atau kata penghubung yang menyatakan urutan waktu kegiatan.
  3. Di dalam teks sejenis, banyak pula digunakan kata-kata penujuk waktu.
  4. Kadang-kadang menggunakan kata-kata yang menyatakan urutan langkah kegiatan.
  5. Banyak menggunakan keterangan cara.
  6. Banyak menggunakan kata-kata teknis, sesuai dengan temanya.
  7. Dalam petunjuk yang berupa resep, dikemukakan pula gamaran rincian tentang nama benda yang dipakai, termasuk jumlah, urutan, ataupun bentuknya.
  8. Penutup
  9. Simpulan

Berdasarkan struktur atau susunannya, Teks Faktual dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yakni: berupa informasi yang penting dan informasi yang kurang penting. Adapun informasi penting disebut juga pokok-pokok informasi, yang terangkum dalam rumus 5 W+ 1 H. ( what, who, where, when, why dan how ). Sedangkan informasi yang kurang penting lazim disebut dengan ekor berita. Bagian ini berada setelah kepala atau tubuh berita.

Teks Laporan tergolong ke dalam genre faktual, seperti halnya teks prosedur, eksposisi, eksplanasi dan negosiasi. Namun, dari segi fungsi teks tersebut dapat dikelompokkan ke dalam teks paparan, yakni teks yang bertujuan untuk menjelaskan suatu topik tertentu dengan sejelas-jelasnya. Untuk itulah, teks tersebut sering kali menggunakan media-media grafis, seperti tabel, grafik dan bagan.

Berdasarkan fungsinya, teks prosedur tergolong ke dalam teks paparan. Teks tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang tata cara melakukan sesuatu dengan sejelas-jelasnya. Keberadaan teks semacam itu sangat diperlukan oleh seseorang yang akan mempergunakan suatu benda atau melakukan kegiatan yang belum jelas cara penggunaannya.

  1. Saran-saran

Bagi guru bahasa Indonesia agar mampu menggunakan dan mengaplikasikan teks faktual, teks laporan, dan teks prosedural dalam pembelajaran di MTs. Hal ini penting agar siswa dapat mengetaui konsep sekaligus mempraktikkannya dalam pembelajaran di kelas.

 

 

Daftar Pustaka

E.Kosasi, 2016. Jenis-Jenis Teks (Analisis fungsi, struktur, kaidah dan langkah penulisannya).Bandung: Penerbit Yrama Widya.

Kemendikbud,2014. Materi Pelatihan Kurikulum2013. Jakarta: Kemendikbud.

Samsuri, 1991. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga

Pusat Bahasa,2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa