logo-responsive

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS GURU BAHASA INDONESIA MA MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION BERBASIS TIK

 

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS GURU BAHASA INDONESIA MA

MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION BERBASIS TIK

 

Oleh

H. Yasir Arafat, M.Pd

 

A.    Pendahuluan

Pesatnya perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menuntut para guru harus mampu menerapkannya dalam proses belajar mengajar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  sebenarnya merupakan hasil produk dari kemajuan dunia pendidikan itu sendiri. Kemajuan dunia pendidikan yang kita rasakan saat ini tentu akan mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan pada sisi yang lain guru sebagai garda terdepan di bidang pendidikan harus mampu menyerap dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Teknologi internet hadir menjadi sumber informasi yang nyaris tanpa batas menjadikannya sebuah potensi sumber ilmu pengetahuan yang juga tanpa batas. Namun, tanpa adanya keterampilan dan kompetensi yang memadai maka kita hanya menjadi penonton yang tidak dapat berperan aktif dalam kompetisi global.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 secara nasional lalu tergambar jelas hanya sekitar 88,15 % guru yang mampu menggunakan TIK dalam proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan belum adanya kesadaran dan kesungguhan sebagian guru pentingnya pemanfaatan TIK untuk semua mata pelajaran, termasuk di dalamnya mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Selain mampu memanfaatkan TIK dengan baik, guru juga harus mampu menggunakan model yang dapat mendukung proses belajar mengajar. Salah satu model yang cocok diintegrasikan dengan TIK adalah model direct instruction. Sebuah model pembelajaran langsung dalam membimbing guru Bahasa Indonesia dalam menulis.

Menulis merupakan ranah tertinggi dalam  pembelajaran Bahasa Indonesia. Adapaun ranah itu secara hirarki adalah sebagai berikut:

1.      Menyimak

2.      Membaca

3.      Berbicara,dan

4.      Menulis

Keterampilan menulis memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional para guru dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mengajarkan semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan dapat membantu guru mengenalkan dirinya, budayanya, budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam diri mereka.

 

A.      Pembahasan

         Menurut Kamus Bahasa Inggris, kemampuan atau keterampilan diterjemahkan dari kata Skill. Kemampuan bisa juga diartikan sebagai keterampilan atau how-to atau cara untuk melakukan sesuatu. Landasan dari kemampuan adalah pengalaman dan pembelajaran secara praktik di lapangan. Seorang sopir yang memiliki pengetahuan mengenai teknik menjalankan mobil (teorinya) belum tentu menjadi seorang sopir yang mahir. Secara umum kemampuan memiliki karakter bisa ditransfer dari individu ke individu lainnya melalui proses pembelajaran bertahap. Bagi seorang operator komputer misalnya, penguasaan terhadap program aplikasi word dan excell juga merupakan kemampuan. Seorang dokter harus memiliki kemampuan tentang bagaimana menyuntik pasien dengan aman. Cara yang paling efektif untuk mentransfer kemampuan adalah dengan mengikutsertakan si pembelajar melakukan tahapan pekerjaan  dan membuatnya mempraktikkan tahapan pekerjaan tersebut dalam konteks pelatihan lapangan dan melakukan pengulangan. Praktik dan pengulangan  merupakan dua kunci utama bagi seseorang untuk menguji kemampuan yang baru.

Istilah-istilah dalam Dunia Pendidikan

1.      Pendekatan

Pendekatan adalah suatu jalan, cara, atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pengajaran bila dilihat dari proses pengajaran atau materi pengajaran itu dikelola. Contoh pendekatan CBSA, kontekstual, induktif, deduktif, spiral, pemecahan masalah, matematika realistik.

2.      Strategi

Strategi pembelajaran adalah cara guru memotivasi siswa agar berpartisipasi, mengelola kelas sehingga pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya, dan mengatur materi kurikulum.

3.      Metode

Metode mengajar adalah cara mengajar atau menyampaikan (memberikan) materi pelajaran kepada siswa yang kita ajar. Contoh metode: ceramah, ekspositori, tanya jawab, discovery atau ingkuiri dan lain-lain.

4.      Model

Model pembelajaran dibedakan dengan strategi pengajaran, metode pengajaran, atau prinsip pengajaran. Model pembelajaran mempunyai arti yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prinsip. Model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Pola urutan dari macam-macam model pembelajaran memiliki komponen yang sama.

Komponen yang sama adalah bahwa setiap model pembelajaran diawali dengan menarik perhatian atau motivasi siswa, diakhiri dengan penutupan berupa merangkum pokok-pokok pengajaran.

setiap model pembelajaran memerlukan pengelolaan dan lingkungan belajar yang berbeda. Model pembelajaran kooperatif memerlukan lingkungan belajar yang fleksibel, pada model pembelajaran langsung siswa duduk berhadap-hadapan dengan guru. Pada model pembelajaran kooperatif siswa perlu berkomunikasi satu sama lain.

Model pembelajaran mempunyai ciri: (1) resional teoritik logis, (2) tujuan pembelajaran yang akan dicapai, (3) tingkah laku mengajar diperlukan, (4) lingkungan belajar yang diperlukan

Adapun model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran langsung atau direct instruction.

Pengertian Model Pembelajaran

·           Pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

·           Salah satu tujuan penggunaan model pembelajaran adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa selama belajar.

·           Berdasar pengalaman, tanpa model pembelajaran yang nyata, guru seringkali mengembangkan pola pembelajaran yang hanya didasarkan pada pengalaman masa lalu dan intuisinya.  

 

          Model Pembelajaran Langsung

Pembelajaran langsung atau direct instruction (DI) merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang memiliki karakteristik,dengan cara widyaiswara memberikan materi secara langsung. Kemudian widyaiswara meminta guru melakukan praktik (demonstrasi) setelah diberikan penjelasan seperlunya. Inti dari  DI dengan menggunakan perangkat keras dan lunak yang dikembangkan melalui sharcing menggunakan mesin pencari google atau lainnya. Kemudian men-download bahan-bahan dongeng dari berbagai sumber di internet. Dengan praktek langsung menggunakan komputer atau laptop yang terkoneksi dengan internet, maka penggunaan TIK bisa dioptimalkan dan dapat diserap guru lebih efektif dan efisein. Dan pada akhirnya  widyaiwara  dapat menilai kemampuan guru.

Model pembelajaran langsung dirancang untuk menunjang proses belajar  berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Pembelajaran langsung tidak sama dengan ceramah, tetapi ceramah dan resitasi (pengecekan pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pembelajaran langsung.

Ciri-ciri pembelajaran langsung adalah:

1.      Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar.

2.      Sintak atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran

3.      Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pembelajaran.

 

Fase-fase pembelajaran langsung

 

No

Fase

Peran widyaiswara

1

Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

Menjelaskan tujuan, materi prasyarat, memotivasi dan mempersiapkan guru.

2

Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan

Mendemonstrasikan keterampilan atau menyajikan informasi tahap demi tahap

3

Membimbing pelatihan

widyaiswara memberikan latihan terbimbing

4

Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

Mengecek kemampuan guru dan memberikan umpan balik

5

Memberikan latihan dan penerapan Konsep

Mempersiapkan latihan untuk guru dengan menerapkan konsep yang bersifat kontekstual.

 

Secara teoritis, TIK memainkan peran yang sangat urgen untuk mendukung proses pembelajaran karena:

Active : memungkinkan guru dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan  bermakna.

Constructive: memungkinkan guru dapat menggabungkan ide-ide baru ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keingintahuan dan keraguan yang selama ini ada dala benaknya.

Collaborative:  memungkinkan guru dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya.

Intentional: memungkinkan guru dapat secara aktif dan antusias berusaha mencapai tujuan yan diinginkan.

Conversational: memungkinkan proses belajar mengajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana peserta memperoleh keuntungan dari proses komunikasi terbaik, baik di dalam maupun di luar Sekolah.

Contextualized: memungkinkan situasi pembelajaran diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-word) melalui pendekatan “ problem based atau case based learning”.

Reflective: memungkinkan guru dapat menyadari apa yang telah ia ajarkan serta merenungkan apa yang telah disampaikannya ( Jonassen:1995).

Adapun langkah pembelajaran TIK dimulai dengan mengidentifikasi software (Seperti buku, modul, makalah, lembar kerja, program audio, VCD/DVD, DC-ROM, Bahan belajar on-line di internet, dan lain-lain).

Sedangkan dari sisi strategi pembelajaran, ada beberapa pendekatan yang disarankan untuk membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi, Seperti problem-based learning, simulation based leraning, dan collaboration based learning (http://www.microlessons.com).

 

           Terkait dengan aspek menulis, Crimmon (1967) menyatakan bahwa menulis pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini seorang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata. Keterampilan menulis digunakan untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh para pembelajar yang dapat menyusun dan merangkai jalan pikiran dan mengemukakannya secara tertulis dengan jelas, lancar, dan komunikatif. Kejelasan ini bergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian dan pemilihan kata, dan struktur kalimat.

    Sekurang-kurangnya, ada tiga komponen yang tergabung dalam perbuatan menulis, yaitu: (1) penguasaan bahasa tulis, yang akan berfungsi sebagai media tulisan, meliputi: kosakata, struktur kalimat, paragraf, ejaan, pragmatik, dan sebagainya; (2) penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis; dan (3) penguasaan tentang jenis-jenis tulisan, yaitu bagaimana merangkai isi tulisan dengan menggunakan bahasa tulis sehingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan, seperti esai, artikel, cerita pendek, dan makalah.

Pendalaman materi Bahasa Indonesia aspek menulis nonsastra dengan sub materi mencakup:

1.      Menulis surat pribadi, surat dinas, dan surat pembaca,

2.      Menulis teks pengumuman, teks wawancara, teks berita, teks pidato,

3.      Menulis buku harian,

4.      Menulis karya ilmiah,

5.      Menulis resensi buku dan rangkuman,

6.      Menulis pesan singkat,

7.      Menulis petunjuk,

8.      Menyunting,

9.      Menulis laporan, dan

10.  Poster/slogan, dan iklan baris.

 

          Adapun Pendalaman materi Bahasa Indonesia aspek menulis sastra dengan sub materi mencakup:

a.       Menulis cerpen,

b.      Menulis drama satu babak,

c.       Menulis dongeng,

d.      Menulis puisi, dan

e.       Menulis pantun.

 

C.Simpulan

        Berdasarkan hasil analisis dan data yang diperoleh, maka diperoleh simpulan bahwa proses pembelajaran langsung yang dilaksanakan terhadap guru mata pelajaran Bahasa Indonesia MA dapat meningkatkan kemampuan menulis mereka, demikian juga dari segi penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Guru merasa sangat jelas jika pembelajaran dilakukan dengan cara langsung.             Model pembelajaran langsung (direct instruction) dapat meningkatkan kemampuan menulis guru mata pelajaran Bahasa Indonesia MA sekaligus juga untuk penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agus Sulistyo dan Adi Mulyono. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surakarta : Penerbit Ita.

 

 

Moedjiono, (1993). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

 

Rusamdi,(2009). Model Pembelajaran Yang Efektif. Rajawali Perss. Surabaya.

 

Syafnedi, 2015. Strategi Pencarian Referensi Karya Ilmiah Di Internet. Majalah Fasilitator Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol.III No.2 Tahun 2015.

 

Zainul Arief, 2008. Pembelajaran TIK Pada Balai Diklat Keagamaan. Jurnal Inovasi BDK Surabaya. Edisi 7- Juli-September 2008.

 

Trianto,2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Prestasi Pustaka.

 

UNESCO, 2002.