logo-responsive

Merancang Program Supervisi Pendidikan

 

 

 

MERANCANG PROGRAM SUPERVISI PENDIDIKAN

Oleh :

H.Abdul Hamid. S,Ag M.M.Pd.

Widyaiswara Ahli Madya

 

Abstrak

 

Pendidikan merupakan persoalan vital bagi setiap segi kamajuan dan perkembangan manusia pada khusunya dan bangsa pada umumnya. Kemajuan dalam segi pendidikan maka akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan perkembangan bangsa yang kearah lebih baik dan maju.

Sekolah/ Madrasah  sebagai lembaga pendidikan yang berperan sangat penting sebagai salah satu wakil dari pemerintah pusat , maka peran sekolah/ madrasah berkewajiban untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam organisasi sekolah, kepala sekolah / madrasah serta pengawas mempunyai peran yang sangat penting untuk merancang program supervise pendidikan. Ketika program supervisi sudah dirancang sedemikian rupa maka tentu program layanan sekolah/ madrasah dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Faktor kemajuan sekolah/ madrasah terletak pada rancangan supervisi yang matang, baik oleh pengawas, kepala sekolah/ madrasah. Kepala sekolah/ madrasah serta pengawas  berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, leader, motivator dan supervisor sekolah.

Program supervisi adalah seperangkat rencana yang dilakukan untuk diterapkan guna mencapai tujuan tertentu, sedangkan program supervisi kegiatan-kegiatan yang dilakukan supervisor dalam rangka melaksankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai supervisor untuk peningkatan mutu atau kualitas pendidikan.

Kata kunci  : Merancang program, supervisi pendidikan.

 

 

I.                   Pendahuluan

Supervisi merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan teknis edukatif di sekolah, bukan sekedar pengawasan fisik terhadap fisik material. Supervisi merupakan pengawasan terhadap kegiatan akademik yang berupa proses belajar mengajar. Pengawasan terhadap guru dalam mengajar, pengawasan terhadap situasi yang menyebabkan aktifitas dilakukan dengan mengidentifikasi kelemahan – kelemahan pembelajaran untuk diperbaiki apa yang menjadi penyebabnya dan mengapa guru tidak berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Berdasarkan hal tersebut kemudian diadakan tindak lanjut yang berupa perbaikan dalam bentuk pembinaan.

Fungsi pengawasan atau supervise dalam pendidikan bukan hanya sekedar kontrol melihat apakah segala kegiatan telah dilaksanakan sesuai rencana atau program yang telah digariskan , tetapi lebih dari itu. Supervisi dalam pendidikan mengandung pengertian yang luas. Kegiatan supervisi mencakup penentuan kondisi- kondisi atau syarat- syarat personal maupun material yang diperlukan untuk terciptanya situasi belajar mengajar yang efektif, dan usaha untuk memenuhi syarat- syarat itu.

Melihat kenyataan di lapangan masih banyak para pengawas sekolah/madrasah belum mampu merancang program supervisi pendidikan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu menurut penulis perlu adanya pembelakalan diklat dan seminar bagi para pelaku praktisi pendidikan agar pelaksanaan supervisi pendidikan berjalan dengan semestinya.

 

 

 

 

 

 

II.                Pembahasan

A.           Pengertian Program supervisi Pendidikan

Program supervisi pendidikan adalah Rincian Kegiatan yang akan dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan hasil belajar. Kegiatan tersebut menggambarkan hal-hal apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, fasilitas apa yang diperlukan, kapan dilakukan, dan cara untuk mengetahui berhasil tidaknya usaha yang dilakukan itu.

Menurut Purwanto ( 2010 ) yang perlu dipahami oleh pengawas para pengawas adalah bahwa kegiatan apapun yang ditujukan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar sengaja harus mengacu kepada terjadinya perubahan perilaku mengajar guru kearah yang lebih baik.

1.         Program supervisi yang baik berisi kegiatan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam hal :

kemampuan menjabarkan kurikulum ke dalam program catur wulan atau program semester.

2.         kemampuan menyusun perencanaan mengajar atau satuan pelajaran.

3.         kemampuan melaksanakan kegiatan belajar dengan baik.

4.         kemampuan menilai proses dan hasil belajar.

5.         kemampuan untuk memberi umpan balik secara teratur.

6.         kemampuan membuat dan mengunakan alat bantu mengajar secara sederhana.

7.         kemampuan menggunakan/memanfaatkan lingkungan sebagai sember media pengajaran.

8.         kemampuan membimbing dan melayani murid yang mengalami kesulitan dalam belajar.

9.         kemampuan mengatur waktu dan mengukannya secara efesien untuk menyelesaikan program-program belajar murid.

10.         kemampuan memberi pelajaran dengan memperhatikan perbedaan individual di antara para siswa.

11.         kemampuan mengelola kegiatan belajar dan ekstra kurikuler serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran siswa.

 

B.       Fungsi Program Supervisi Pendidikan

Menurut Dadang Suharman ( 2010 ) Program supervisi pendidikan berfungsi sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan dan alat untuk mengukur keberhasilan pembinaan professional. Dengan program yang baik guru dan pengawas dapat mengetahui masalah-masalah peruses pembelajaran apa saja yang dihadapi, cara-cara apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah itu, dan pada akhirnya dapat mengetahui secara sistematis perubahan-perubahan positif apa saja yang telah terjadi dari waktu ke waktu. Program supervisi pendidikan yang realistik dapat menolong para pengawas melakukan kegiatan pembinaan yang progresif dan akumulatif. Artinya para pengawas diharapkan terhindar dari menangani masalah yang sama dari waktu ke waktu.

 

C.  Isi Program Supervisi Pendidikan

Disamping aspek-aspek kemampuan professional guru yang berdampak dengan pengelolaan proses belajar mengarajar sehari-hari, isi program pembinaan harus memperhatikan pula persoalan-persoalan yang dihadapi guru dalam melaksanakan gagasan baru yang diperoleh melalui penataran atau kebijaksanaan baru. Dalam pekeijaan sehari-hari, guru-guru menghadap pula persoalan-persoalan yang berkaitan dengan karir jabatan. Para pengawas hendaknya peka terhadap kebutuhan guru untuk memenuhi angka kredit bagi kenaikan jabatan fungsional mereka dengan mendorong dan membimbing mereka melalui kegiatan-kegiatan yang relevan tanapa harus menggangu efektivitas kegiatan belajar mengajar yang

menjadi tugas pokoknya. Hal-hal seperti itu pula mendapat perhatian dalam pengembangan program supervisi.

D.  Ruang Lingkup dan Prioritas Program

Menurut Nana Sujdana ( 2000) secara teoritis , bidang penggarapan pembangunan dalam bidang pendidikan di kabupaten/kota berkenaan dengan tugas-tugas pengelolaan dalam bidang :

1.          Pengelolaan kurikulum

2.        Pengelolaan peserta didik

3.        Pengelolaan ketenagaan

4.        Pengeolaan tanah, bangunan/gedung/saran/prasarana dan fasilitas serta sumber belajar

5.        Pengelolaan anggaran dan pembiayaan pendidik

6.        Pengelolaan keijasama kelembagaan pendidik dengan masyarakat

7.        Pengelolaan bidang-bidang khusus lainnya yang sesuai dengan jenis dan karakteristik kelembagaan pendidikan.

Menurut PP. No. 38 tahun 2015 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota:

1)  Kebijakan

2)   Pembiayaan

3)   Kurikulum

4)   Saran dan prasana

5)   Pendidik dan tenaga kependidikan,dan

6)   Pengendalian mutu pendidikan.

 

E.   Cara Menyusun Program

1. Ideniflkasi masalah

Mengidentifikasi masalah-masalah proses pembelajaran yang dihadapi guru sehari-hari yang ada disekolah atau di wilayah pembinaan. Untuk mengenal dan memahami masalah yang sedang dirasakan guru sehari-hari, pengawas dapat melakukan berbagai cara, misalnya melakukan observasi kelas, menyelenggarakan rapat sekolah, wawancara informal atau pertemuan pribadi dengan guru, menghadiri pertemuan MGBS, SPKG/PKG, analisa laporan daya serap, dan cara lain yang dapat dilakukan sesuai dengan kreativitas para Pembina sendiri.

2.    Menganalisis masalah

Masalah-masalah professional yang berhasil diidentifikasi, selanjutnya perlu dikaji lebih lanjut dengan maksud untuk memahami esensi masalah sesungguhnya dan faktor-faktor penyebabnya, selanjutnya masalah-masalah tersebut diklasifikasikan dengan maksud untuk menemukan masalah yang mana yang dihadapi oleh kebanyakan guru di sekolah atau di wilayah itu.

3.    Merumuskan cara pemecahan masalah

Dalam proses pengkajian terhadap berbagai cara pemecahan yang mungkin dilakukan, setiap alternatif pemecahan dipelajari kemungkinan keterlaksanaannya dengan cara mempertimbangkan faktor-faktor peluang yang dimiliki, seperti fasilitas dan kendala-kendala yang mungkin di hadapi. Alternatif pemecahan masalah yang terbaik adalah alternatif yang paling mungkin dilakukan,dalam arti lebih banyak faktor-faktor pendukungnya dibanding dengan kendalayang dihadapi. Disamping itu, alternatif pemecahan yang terbaik memiliki nilai tambah yang paling besar bagi peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.

4.    Implemintasi Pemecahan Masalah

Saat yang paling kritis dalam setiap upaya perbaikan pengajaran adalah apakah guru mempraktekkan gagasan yang telah dipahaminya di kelas. Hasil pemecahan masalah bukan sekedar untuk dipahami,akan tetapi yang lebih penting adalah pelaksanaannya di kelas. Hal ini sangat penting, karena upaya perbaikan atau pembaharuan pengajaran apapun tidak akan mempunyai dampak terhadap peningkatan dan proses hasil belajar mengajar apabila tidak dipraktekkan di kelas.

 

 

5.    Evaluasi dan Tindak lanjut

Menurut Nuraedi ( 2012 ) Evaluasi dalam supervisi adalah proses pengumpulan informasi yang diperlukan untuk selanjutnya digunakan bagi upaya perbaikan pengajaran lebih lanjut. Bahan-bahan yang diperoleh tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk menyusun kegiatan tindak lanjut yang sekaligus menjadi masukan penyusunan program pembinaan selanjutnya.

 

F. Penilaian Program Supervisi

Keberhasilan suatau usaha hanya dapat kita ketahui dengan cara mengadakan penilaian terhadap usaha kita. Dengan penilaian,kita dapat mengukur sampai dimana tujuan sudah atau belum tercapai, dan beberapa banyak kemajuan/peningkatan yang dapat dicapai pada setiap usaha.Yang dinilai bukan hanya hasil atau produknya saja, tetapi juga prosedurnya, kerana peningkatan hasil tak dapat dilepaskan dari prosedurnya. Penilaian harus dilakukan secara terus menerus dan kooperatif.Secara terus menerus berarti dilakasanakan pada waktu- waktu tertentu secara teratur.Selama ada usaha peningkatan, selama ada usaha untuk mencapai suatu tujuan,selama itu pula diperlukan penilaian. Kooperatif berati bahwa penilaian itu dilaksanakan bersama secara demokratis. Keberhasilan dan kekurangan yang masih dihadapi merupakan tanggung jawab bersama.

a.        Kritera Keberhasilan Pelaksanaan Program Supervisi:

1.    Inisiatif dan kreativitas guru-guru berkembang.

2.   Semangat kerja guru-guru tinggi.

3.    Para pengawas berperan sebagai konsultan dan fasilitator

4.   Hubungan antara pengawas dan guru-guru bersifat hubungan rekan sejawat yang melahirkan tradisi dialog professional.

5.   Suasana kekeluargaan, kebersamaan, keterbukan, dan keteladanan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, serta menjiwai setiap kegiatan supervisi.

6.   Kunjungan kelas, pertemuan pribadi dan rapat staf dilaksanakan secara teratur.

7.   Pertemuan-pertemuan MGBS dan SPKG/PKG dilaksanakan secara teratur sebagai kebutuhan dan bukan sekedar kegiatan formal itas untuk memnuhi keinginan atau pertintah atasan

b.   Pihak yang Menilai

Satiap pihak yang terlibat dalam proses supervisi pada dasarnya adalah juga merupakan pihak yang harus mengetahui keberhasilan atau kegagalan dari setiap usaha yang telah dilakukan. Dengan demikian, guru, kepala sekolah, dan pengawas adalah para penilai. Guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk mengumpulkan data tentang segala upaya perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran disekolah dan diwilayah binaannya. Para pengurus MGBS dan pemandu bidang pengajar dapat mengumpulkan data tentang efektivitas pertemuan kelompok kerja dan implementasi gagasan serta hasil-hasil pemecahan masalah di sekolah. Para Pembina lainnya, seperti kepala bidang dan seksi dan kepala dinas kota/kabupaten dapat melakukan penilaian terhadap berbagai upaya pembinaan profesional dalam setiap kesempatan sesuai dengan wewenangnya. Tenaga supervisi yang telah lama berjalan di Indonesia :

1.        Kepala sekolah terhadap para guru

2.        Pengawas sekolah terhadap kepala sekolah dan para guru.

3.        Kepala seksi di tingkat kabupaten atau kota .

4.        Kepala bidang pendidikan dasar/pendidikan guru kepada kepala seksi pemilik TK/SD/SLB

5.        Kepala bidang pendidikan menengah umum kepada kepala sekolah menengah pertama dan menengah umum.

 

 

 

c.        Teknik dan Alat penilaian

1.         Observasi

Alat ini dapat digunakan waktu melakukan kunjungna kelas, menghadiri rapat guru, atau menghadiri pertemuan kelompok kerja. Para Pembina perlu melatih diri agar memiliki kepekaan terhadap indikator-indikator yang menunjukan sikap, perilaku dan proses yang produktif sesuai dengan tuntutan situasi kegiatan tertentu.

2.         Wawancara

Wawancara sangat tepat untuk menggali informasi secara mendalam tentang keberhasilan yang dicapai serta faktor-faktor pendukungnya. Sebaliknya melalui wawancara dapat pula diungkap berbagai kendala yang merintangi setiap usaha pengajaran perbaikan pengajaran, melalui wawancara dapat diungkap pula saran-saran atau ide-ide guru tentang upaya lainnya yang dapat dilakukan dalam memperbaiki pengajaran

3.        Angket

Angket merupakan daftar pertanyaan yang memerlukan jawaban obyektif dalam pengisiannya. Untuk menilai tingkat keberhasilan upaya pembinaan para pengawas dapat menggunakan bentuk angket terbuka atau tertutup, atau kombinasi keduanya.

4.        Skala penilaian

Skala penilaian merupakan daftar pertanyaan yang menggambarkan suatu keadaan, dimana responden tinggal membubuhkan tanda cek (v) pada skala yang cocok.

5.        Laporan

Para pengawas meminta laporan hasil beljar murid. Pengawas dapat menganalisis data tersebut untuk mengetahui mata-mata pelajaran apa saja yang menunjukan hasil memadai dan mata pelajaran apa yang menunjukan hasil yang masih kurang. Analisis terhadap faktor-faktor pendukung dan kendala-kendalanya dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya melalui wawancara atau observasi kelas.

 

 

 

  III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Program supervisi pendidikan adalah Rincian Kegiatan yang akan dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan hasil belajar.

Program supervisi pendidikan berfungsi sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan dan alat untuk mengukur keberhasilan pembinaan profesional.

 Cara Menyusun Program :

1.          Idenifikasi masalah

2.          Menganalisis masalah

3.          Merumuskan cara-cara pemecahan masalah

4.          Implemintasi Pemecahan Masalah

5.          Evaluasi dan Tindak lanjut

Kritera Keberhasilan Pelaksanaan Program Supervisi:

1.       Inisiatif dan kreativitas guru-guru berkembang.

2.       Semangat kerja guru-guru tinggi.

3.       Para pengawas berperan sebagai konsultan dan fasilitator

4.       Hubungan antara pengawas dan guru-guru bersifat hubungan rekan sejawat yang melahirkan tradisi dialog profesional.

5.       Suasana kekeluargaan, kebersamaan, keterbukan, dan keteladanan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, serta menjiwai setiap kegiatan supervisi.

6.       Kunjungan kelas,pertemuan pribadi dan rapat staf dilaksanakan secara teratur.

7.       Pertemuan-pertemuan MGBS dan SPKG/PKG dilaksanakan secara teratur sebagai kebutuhan dan bukan sekedar kegiatan formalitas untuk memnuhi keinginan atau pertintah atasan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Depdikbud. 2001 . Pedoman Kerja Pelaksanaan Pengawas. Jakarta : Rinneka Cipta.

Nana Sujdana. 2000. Dasar Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Bandung :

                         Sinar Baru.

Nuraedi. 2012. Supervisi Kependidikan. Jakarta :  Rinneka Cipta.

Ngalim Purwanto. 2010. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : Remaja

                       Rosda Karya.

Dadang Suparman. 2010. Supervisi profesional. Bandung : Alfabeta.

Abdul Hamid. 2017. Makalah Pembelajaran Diklat Cawas Kemenag. Bdk Banjarmasin.