logo-responsive

Optimalisasi Peran Pendidik Dalam Mewujudkan Pendidikan Berkarakter

 

OPTIMALISASI PERAN PENDIDIK DALAM MEWUJUDKAN

PENDIDIKAN BERKARAKTER

Oleh H. Yasir Arafat,M.Pd

Abstrak

Kata peran biasanya diartikan sebagai perangkat tingkah laku atau sikap yang diharapkan dimiliki seseorang yang berkedudukan di masyarakat. Kemudian dalam UU Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005 disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar,membimbing,mengarahkan,melatih,menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, danp Pendidikan menengah. Guru atau pendidik merupakan “seseorang” yang berkedudukan di masyarakat

Jadi yang dimaksud dengan optimalisasi peran pendidik dalam mewujudkan pendidikan berkarakter adalah seperangkat sikap dan tingkah laku yang dimiliki oleh pendidik yaitu orang yang berkedudukan di masyarakat yang meliputi mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter bagi peserta didik.

 

Kata kunci: peran, pendidik dan pendidikan berkarakter

 

A.   Pendahuluan

Menurut Novan AW (2013) pendidik memegang peranan yang sangat strategis terutama dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi peserta didik. Keberadaan para pendidik di sekolah dijadikan teladan dan rujukan bagi warga sekolah. Bisa dikiaskan bahwa pendidik adalah penebar “cahaya kebenaran dan keagungan nilai”.

Hal inilah yang menjadikan pendidik untuk selalu on the right track selalu berada di jalan yang benar, tidak menyimpang dan berbelok, sesuai dengan ajaran agama yang suci, adat istiadat yang baik dan aturan pemerintah.

Posisi strategis seorang pendidik tidak hanya bermakna pasif, justru harus bermakna aktif progresif. Dalam arti pendidik harus bergerak memberdayakan warga sekolah menuju kualitas hidup yang lebih baik dan perfect di segala aspek kehidupan, khususnya pengetahuan, moralitas, sosial, budaya, dan ekonomi kerakyatan (Jamal:2013.h.203).

Kahadiran seorang pendidik tidak pernah tergantikan oleh unsur yang lain. Lebih-lebih dalam masyarakat yang multikultural dan multidimensional,peran teknologi untuk menggantikan tugas-tugas pendidik sangat minim. Pendidik tetap diperlukan oleh para peserta didik. Melalui sentuhan pendidik diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual dan memiliki kecakapan hidup (life skill). Semua ini hanya akan dapat terwujud apabila para pendidik mempunyai komitmen yang kuat dan ikut berperan dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter.

Peran pendidik sebagai pengajar dan pembimbing memiliki keterkaitan yang erat. Keduanya dilaksanakan secara berkesinambungan dan sekaligus merupakan keterpaduan yang tak terpisahkan. Jadi, bisa digarisbawahi peran pendidik dalam pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah berpusat pada hal-hal berikut:

1.      Mendidik dengan titik berat memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan pendidikan berkarakter, baik jangka pendek, maupun jangka panjang.

2.      Memberi fasilitas pencapaian tujuan pendidikan berkarakter melalui pengalaman belajar yang memadai.

3.      Membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti sikap, nilai-nilai, dan penyesuaian diri.

Kemudian dari ketiga peran tersebut dapat disimpulkan bahwa peran pendidik dalam

mewujudkan pendidikan berkarakter adalah:

a.       Memahami nilai-nilai karakter yang hendak dikerjakan

b.      Mengambangkan pembelajaran aktif

c.       Membuat Komitmen untuk mendukung pembelajaran berkarakter

 

B.     Permasalahan

Bagaimana mengoptimalkan peran pendidik dalam mewujudkan pendidikan berkarakter?

 

 

 

 

D. Pembahasan

Pendidikan saat ini hanya mengedepankan penguasaan aspek kelimuan dan kecerdasan peserta didik. Pembentukan karakter dan nilai-nilai budaya bangsa di dalam diri peserta didik semakin terpinggirkan. Rapuhnya karakter dan budaya dalam kehidupan berbangsa bisa membawa kemunduran peradaban bangsa.

Kehidupan masyarakat yang mengedepankan karakter dan budaya yang kuat akan memperkuat eksistensi suatu negara. Indonesia dikenal memiliki karakter dan budaya yang sangat kuat sebelum zaman kemerdekaan. Tatkala sudah merdeka, karakter dan budaya sebagian masyarakatnya tidak sekuat pada masa lalu, mudah rapuh.

Pendidikan yang berkomitmen terhadap pendidikan yang berkarakter harus ada serangkaian nilai yang diintegrasikan, antara lain nilai kemanusiaan, moral, kesatuan, kerja, cinta, kerjasama, peduli. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama, Pancasila, budaya dan tujuan Pendidikan nasional.

1.          Agama: Nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.

2.          Pancasila: Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.

3.          Budaya: Tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui oleh masyarakatnya. Nilai-nilai budaya tersebut dijadikan dasar dalam memberi makna terhadap Suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar anggota masyarakat tersebut.

4.          Tujuan Pendidikan Nasional: adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan Pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan ketiga sumber yang disebutkan di atas.

Nilai-nilai itulah yang akan diinternalisasikan dan diterapkan kepada peserta didik oleh pendidik. Dengan harapan para peserta didik dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat bersikap mulia, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, warga Sekolah, dan lingkungan.

Bagi pendidik hendaknya proses pembelajaran harus lebih ditingkatkan, agar tujuan pendidikan karakter tercapai. Yaitu bukan hanya menyentuh aspek kognitif, melainkan juga aspek afektif dan psikimotorik peserta didik. Sementara itu, bagi sekolah hendaknya menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, aman, teduh,tenang sehingga dapat mewarnai sikap peserta didik menjadi lebih baik.Dengan cara seperti ini maka pendidikan berkarakter berjalan optimal.hal itu disebabkan sinergisnya antara pendidik, peserta didik dan warga sekolah secara keseluruhan.

Pendidik yang mengerti pentingnya mewujudkan pendidikan berkarakter akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh parapendidik, misalnya membuat tabel pengintegrasian pendidikan karakter dalam kegiatan pengembangan diri (ekstrakurikuler):

 

 

Jenis Pengembangan Diri

Nilai Karakterr yang Diajarkan

Strategi

BIMBINGAN KONSELING (BK)

1.          Kemandirian

2.          Percaya diri

3.          Kerja sama

4.          Demokratis

5.          Peduli

6.          Sosial

7.          Komunikatif

8. Jujur

1.          Pembentukan karakter/Kepribadian

2.          Pemberian motivasi

3.   Bimbingan karir

KEPRAMUKAAN

1.          Demokratis

2.          Disiplin

3.          Kerja sama

4.          Rasa kebangsanaan

5.          Toleransi

6.          Peduli

7.          Sosial

8.          Cinta damai

9.   Kerja keras

Latihan terprogram (kepemimpinan, penegakan disiplin dan tata tertib serta organisasi

UKS dan PMR

1.          Peduli

2.          Sosial

3.          Toleransi

4.          Disiplin

5.   Komunikatif

Latihan Terprogram

KIR

1.          Komunikatif

2.          Rasa ingin tahu

3.          Kerja keras

4.          Senang membaca

5.          Menghargai prestasi

6.    Jujur

1.          Pembinaan rutin

2.          Mengikuti perlombaan

3.          Pemeran atau pekan ilmiah

4.    Publikasi ilmiah secara  

       internal

OLAHRAGA

1.          Sportivitas

2.          Menghargai prestasi

3.          Kerja keras

4.          Cinta damai

5.          Disiplin

6.   Jujur

Melakukan latihan rutin ( antara lain: sepak bola,futsal, bola voli,basket,tenis meja,badminton, pencak silat, out bond dan pertandingan oleh raga

KEROHANIAN

1.          Religius

2.   Mencintai alam, makhluk, dan seluruh ciptaan  Tuhan YME

1.          Beribadah rutin

2.          Merayakan hari besar keagamaan

3.   Aktif di kegiatan sosial kemasyarakat dan keagamaan

SENI BUDAYA/SANGGAR SENI

1.          Disiplin

2.          Jujur

3.          Peduli budaya

4.          Peduli sosial

5.          Cinta tanah air

6.   Semangat kebangsaan

1.          Latihan rutin

2.          Mengikuti vocal group

3.          Berkompetisi internal dan eksternal Sekolah

4.   Pagelaran kesenian

KESEHATAN

1.          Kebersihan

2.          Kesehatan

3.          Tanggung jawab

4.    Rasa ingin tahu

Kegiatan rutin pada waktu hari Sabtu

KEPEMIMPINAN

1.          Tanggung jawab

2.          Berani

3.          Tekun

4.          Sportivitas

5.          Disiplin

6.          Mandiri

7.          Demokratis

8.          Cinta damai

9.          Cinta tanah air

10.  Peduli Lingkungan

11.  Peduli sosial

12.  Keteladanan

13.  Sabar

14.  Toleransi

15.  Kerja keras

16.  Pantang menyerah

17. Kerja sama

Kegiatan OSIS, KEPRAMUKAAN,KIR dan PMR

FESTIVAL SEKOLAH

1.          Kreativitas

2.          Etos kerja

3.          Tanggung jawab

4.          Kepemimpinan

5.   Kerja sama

1.          Pentas seni

2.          Pagelaran seni dan music

3.          Pemeran KIR

4.          Bazar

5.          Pasar murah

6.          Peringatan Hari-Hari Besar Keagamaan

 

 

Kegiatan pendidik dan tenaga kependidikan yang terkait dengan pendidikan karakter dapat dilihat dari portofolio atau catatan harian. Portopolio atau catatan harian dapat disusun dengan berdasarkan pada nilai-nilai yang dikembangkan, yaitu: jujur, bertanggungjawab, cerdas, kreatif, bersih, sehat, peduli serta gotong royong. Selain itu, kegiatan mereka dalam pengembangan dan penerapan pendidikan karakter dapat juga diobservasi.

Observasi dapat dilakukan oleh atasan langsung atau pengawas dengan bersumber pada nilai-nilai tersebut untuk mengetahui apakah sudah melaksanakan semua kriteria yang telah ditetapkan atau tidak. Selain Penilaian untuk pendidik dan tenaga kependidikan, penilaian pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter juga dapat ditujukkan kepada peserta didik yang didasarkan pada beberapa indikator.

Sebagai contoh, indikator untuk nilai jujur di semester ganjil dirumuskan dengan mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat/diamati/dipelajari/dirasakan.

Penilaian oleh pendidik dilakukan secara terus menerus, setiap saat pendidik berada di kelas atau di satuan pendidikan formal dan nonformal. Model catatan anekdotal (catatan yang dibuat pendidik ketika melihat adanya prilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan) selalu dapat digunakan pendidik.

Selain itu pendidik dapat juga memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. Sebagai contoh, peserta didik diminta menyatakan sikapnya terhadap upaya menolong pemalas, memberikan bantuan terhadap orang kikir, atau hal-hal lain yang bersifat bukan kontroversial  sampai kepada hal yang dapat mengundang komflik dalam dirinya.

Penutup

 

Optimalisasi peran pendidik dalam mewujudkan pendidikan berkarakter dengan cara membei teladan yang baik, selain itu harus melakukan sinergi antara pendidik, peserta didik dan warga sekolah.

Pendidik harus mampu menjadi panutan dalam segala hal bagi peserta didik. Bagi peserta didik, pendidik adalah “cahaya kebenaran”. jadi sudah saatnya pendidik menempatkan diri sebagai orang yang berkedudukan terhormat di masyarakat.

Melalui pengintegrasian yang holistik, pendidikan berbasis karakter dapat diwujudkan di sebuah sekolah, apalagi jika seluruh warga sekolah ikut andil dalam mengimplementasikannya. Pendidikan karakter bukan  hanya untuk saat ini, tetapi untuk membekali warga dan bangsa menyongsong masa depan yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

                 http://www.kurikulumnasional.net/2017/05/inilah-rpp-kurikulum-2013-revisi-tahun.html

                  http://duniadikdas.blogsport.co.id/2016/07/kumpulan-rpp-kurikulum-2013-sma-terbaru.html

                 Ibrahim, 2012. Pendidikan dan Karakter Bangsa. Uni Press. Bandung

Mulyono. 2010. Pendidikan Berbasis Hati. Pustaka Utama. Surabaya

    Novan AW, 2013. Membumikan Pendidikan karakter di Sekolah. Ar-Ruz Media

    Yogyakarta.

    Novan AW,2016.Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran PAI SMA Berbasis

   Karakter. Ar-Ruz Media. Yogyakarta.

 

 

 

 

 

                                                                                                               yasir arafat. Hp/WA: 087814506744

                                                                                                                e-mail:yasir.razi@gmail.com