logo-responsive

PEMILIHAN DAN PENETAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ORANG DEWASA (ANDRAGOGI) oleh H. Yasir Arafat, M.Pd

  1. Pendahuluan

Strategi pembelajaran adalah suatu perencanaan dan penggunaan beberapa komponen pengajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk menyampaikan materi secara sistematis sehingga menghasilkan hasil belajar tertentu.

Pengalaman dan pengetahuan pembelajar memiliki kadar yang seimbang dengan pengalaman dan pengetahuan pengajar. Keduanya dapat saling bertukar informasi/pengalaman dan kadang-kadang sukar menemukan siapa yang banyak belajar, apakah pengajar atau pembelajar. Kelebihan pengajar dibandingkan pembelajar adalah dalam hal pemilihan dan penetapan strategi. Dengan memilih dan menetapkan strategi yang tepat, maka diharapkan pembelajaran bermakna dapat tercapai.

Sebuah kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, disebut dengan belajar. Adapun hakikat belajar menyangkut dengan pengetahuan, keterampilan,sikap dan nilai-nilai yang bersifat permanen bagi pembelajar. Tak bisa dibayangkan, jika manusia tidak pernah belajar, tentu akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Padahal ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lain merupakan produk kegiatan berpikir manusia-manusia terdahulu.

Pembelajaran orang dewasa mencerminkan suatu proses yang berdasarkan harapan dan kebutuhan mereka. Sebaiknya pembelajaran dimulai dengan memberikan perhatian pada masalah-masalah yang terjadi/ditemukan dalam kehidupannya (lingkungan pekerjaan, masyarakat, dan lain-lain).

  1. Permasalahan

Bagaimana cara yang efektif dalam pemilihan dan penetapan strategi pembelajaran orang dewasa?

  1. Pembahasan

Menurut Dick dan Carey (dalam Hamzah,2014:61) yang dimaksud dengan strategi pembelajaran adalah komponen-komponen umum dan suatu bahan pembelajaran dan prosedur-prosedur yang akan digunakan dalam pembelajaran untuk menghasilkan hasil belajar tertentu.

Atwi (2001:61) membagi komponen-komponen strategi pembelajaran sebagai berikut:

  1. Urutan kegiatan pembelajaran,yaitu urutan kegiatan pengajar dalam menyampaikan materi pembeajaran.
  2. Metode pembelajaran, yaitu cara pengajar mengorganisasikan meteri pembelajaran.
  3. Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
  4. Waktu pembelajaran, yaitu waktu yang digunakan pengajar dan peserta belajar dalam menyelesaikan proses pembelajaran.

Berdasarkan komponen-komponen yang terdapat dalam stategi pembelajaran, maka strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran kepada peserta belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Empat komponen strategi pembelajaran tersebut merupakan komponen pembelajaran yang praktis bagi pembelajaran orang dewasa  karena mudah dipelajari, fleksibel, dan mudah dalam penerapannya.

Berkaitan dengan strategi pembelajaran, salah satu tugas pengajar atau instruktur selama pembelajaran orang dewasa berlangsung adalah dengan menciptakan dan menjaga kondisi belajar yang kondusif. Hal tersebut tidaklah mudah karena memerlukan pengalaman yang cukup dan kematangan jiwa pengajar atau instruktur.

Beberapa saran di bawah ini patut menjadi perhatian para instruktur, yang mengajar untuk orang dewasa, yaitu:

  1. Tepat waktu dalam membuka dan menutup pembelajaran.
  2. Mununjukkan sikap tegas dan tanggap terhadap hal/pertanyaan yang diajukan peserta.
  3. Membagi perhatian yang sama kepada peserta.
  4. Memberi kesempatan peserta belajar untuk berunjuk kerja (project based learning)
  5. Beri selingan dengan humor-humor segar dan edukatif
  6. Memuji dan memberi “hadiah” jika ada games atau tugas yang telah dikerjakan oleh peserta.
  7. Membuat simpulan bersama-sama

Uraian singkat berkenaan dengan strategi pembelajaran orang dewasa menurut Hamzah (2014:62-68) adalah sebagai berikut:

  1. Waktu Pembelajaran

Untuk orang dewasa waktu pembelajaran idealnya tidak lama , ini merupakan salah satu ciri pembelajaran orang dewasa karena bersifat lebih banyak sebagai tempat berbagi, klarifikasi, atau justifikasi pengalaman atau peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau nilai sehingga waktu pembelajaran harus diketahui oleh para instruktur.

  1. Urutan Kegiatan Pembelajaran
  2. Pendahuluan

Berisi informasi-informasi yang bertujuan untuk menyiapkan mental atau memotivasi peserta belajar sebelum membahas substansi materi pelajaran atau pengalaman baru, seperti informasi (deskripsi) singkat tentang isi pelajaran, relevansi dengan isu-isu yang sedang terjadi, tujuan atau manfaat, memberi petunjuk belajar, dan lain-lain.  

Untuk menyiapkan mental peserta, seorang instruktur perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Menarik perhatian peserta belajar melalui gaya mengajar yang persuasif dan interaktif.
  2. Menimbulkan motivasi peserta belajar dengan cara bersikap simpatik dan menimbulkan rasa ingin tahu
  3. Penyajian informasi

Dalam kegiatan ini setiap pengajar memberikan stimulus berkaitan dengan substansi materi pembelajaran yang akan disampaikan, sedangkan peserta belajar meresponsnya.

  1. Penutup

Untuk mengakhiri setiap materi pembelajaran, pengajar dapat:

  • Memberikan umpat balik dan/atau memberikan penilaian kemampuan atas penampilan peserta belajar (terhadap persentasi, hasil simulasi atau permainan, produk yang dihasilkan dan lain-lian)
  • Menyimpulkan dan/atau tindak lanjut (memberikan tugas), misalnya untuk kepentingan studi banding.
  1. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan cara-cara yang digunakan pengajar atau instruktur untuk menyajikan informasi atau pengalaman baru, menggali pengalaman peserta belajar, menampilkan unjuk peserta belajar dan lain-lain. Secara garis besar metode yang sering digunakan dalam pembelajaran orang dewasa antara lain:

  1. Ceramah dan tanya jawab
  2. Demonstrasi/praktikum
  3. Diskusi kasus dan persentasi
  4. Simulasi
  5. Permainan
  6. Seminar/simposium/lokakarya
  7. Studi banding
  8. Dan lain-lain
  9. Media pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari pengajar atau instruktur kepada peserta belajar. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan pembelajaran orang dewasa menjadi lebih mudah dan nyaman, yaitu adanya media pembelajaran yang mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut:

  1. Membesarkan benda kecil dan atau tidak tampak oleh mata.
  2. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh diluar jangkauan peserta
  3. Meningkatkan daya tarik materi pembelajaran dan perhatian peserta belajar
  4. Meningkatkan sistematika pengajaran

Beberapa contoh media yang efektif untuk pembelajaran orang dewasa:

  1. Media suara langsung ( oral)
  2. Media cetak ( modul/buku)
  3. Media audio (radio/televisi/video)
  4. Papan tulis
  5. Media transparan
  6. Film
  7. Komputer
  8. Media grafis/gambar diam
  9. Objek nyata

 

  1. Contoh Strategi Pengorganisasian Pembelajaran Model Elaborasi

Menurut Reigeluth (dalam I Nyoman Sudana,1988) mengklasifikasi vaiabel strategi pembelajaran tersebut dalam tiga kelompok, yaitu (1) strategi pengorganisasian (organizational strategy), (2) strategi penyampaian (delivery strategy),dan (3) strategi pengelolaan (management strategy).

Organizational strategy, adalah strategi untuk mengorganisasi isi bidang studi yang dipilih untuk pengajaran. Mengorganisasi mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan isi, penataan isi, pembuatan diagram, dan format.   Delivery strategy, adalah strategi untuk menyampaikan pengajaran kepada peserta dan/atau untuk menerima serta merespons masukan yang berasal dari peserta. Sedangkan Management strategy,adalah strategi untuk menata interaksi antara peserta dan vaiabel strategi pengajaran lainnya, yakni variabel strategi pengorganisasian dan penyampaian isi pemgajaran.

Ciri pengorganisasian pembelajaran model elaborasi adalah memulai pembelajaran dari penyajian isi pada tingkat umum bergerak ke tingkat rinci (urutan elaboratif). Hal ini sangat cocok dengam pembelajaran orang dewasa (andragogi).

Ada tujuh prinsip yang dikembangkan dalam strategi pembelajaran model elaborasi, yakni sebagai berikut:

  1. Penyajian kerangka isi, yakni menunjukkan bagian-bagian utama bidang studi dan hubungan utama di antara bagian-bagian tersebut.
  2. Elaborasi secara bertahap, yakni bagian-bagian yang tercakup dalam kerangka isi akan dielaborasi secara bertahap.
  3. Bagian terpenting disajikan pertama kali, yakni pada suatu tahap elaborasi apa pun pertimbangan yang dipakai, bagian terpentig akan dielaborasi pertama kali.
  4. Cakupan optimal elaborasi, maksudnya kedalaman dan keluasan tiap-tiap elaborasi akan dilakukan secara optimal.
  5. Penyajian pensintesis secara bertahap,maksudnya pensintesis akan diberikan setelah setiap kali melakukan elaborasi.
  6. Penyajian jenis pensintesis,artinya jenis pensintesis akan disesuaikan dengan tipe isi bidang studi.
  7. Tahapan pemberian rangkuman,artinya rangkuman akan diberikan sebelum setiap kali menyajikan pensintesis.
  8. Simpulan

Pemilihan dan penetapan strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran orang dewasa harus berorientasi pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Selain itu, harus disesuaikan dengan jenis materi, karakteristik peserta , serta situasi atau kondisi di mana proses pembelajaran tersebut akan berlangsung.

Dari contoh strategi pengorganisasian pembelajaran model elaborasi tersebut di atas menunjukkan urutan dan prosedur yang sistematis . Dengan demikian strategi pengorganisasi pembelajaran model elaborasi efektif digunakan untuk pengorganisasian pembelajaran orang dewasa.

 

Daftar Pustaka

Atwi Suparman,2001.Desain Instruksional.Jakarta. PAU-PPAI, Ditjen Pendidikan Tinggi Dikbud.

Hamzah B. Uno, 2014. Model Pembelajaran : Meningkatkan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Menyenangkan.Jakarta: PT. Bumi Aksara.

I Nyoman Sudana Degeng, 1988. Pengorganisasian Pengajaran Berdasarkan Teori Elaborasi dan Pengaruhnya Terhadap Perolehan Belajar Informasi verbal dan Konsep. (Desertasi) FPS IKIP Malang