logo-responsive

PEMIMPIN YANG BENAR : GAYA YANG TEPAT PADA SAAT YANG TEPAT

Mengutip pendapat Daniel Coleman dalam bukunya Kepemimpinan Berdasarkan Kecerdasan Emosi, kepemimpinan menggerakan kinerja pada segala jenis organisasi. Kepemimpinan merupakan inti dari segala kegiatan yang mempunyai tujuan yang jelas.  Pencapaian tujuan akan berjalan dengan baik, jika kinerja bawahan bisa berjalan dengan baik pula dan sesuai dengan kehendak masyarakatnya.

 

 

PEMIMPIN YANG BENAR : GAYA YANG TEPAT PADA SAAT YANG TEPAT

(Sekilas melihat sosok seorang Jokowi)

 

 

Oleh Surya Subur, M.Pd*

 

            Mengutip pendapat Daniel Coleman dalam bukunya Kepemimpinan Berdasarkan Kecerdasan Emosi, kepemimpinan menggerakan kinerja pada segala jenis organisasi. Kepemimpinan merupakan inti dari segala kegiatan yang mempunyai tujuan yang jelas.  Pencapaian tujuan akan berjalan dengan baik, jika kinerja bawahan bisa berjalan dengan baik pula dan sesuai dengan kehendak masyarakatnya.

            Dalam kaitan dengan kondisi sekarang ini perubahqan sebagai bagian dari perkembangan paradigma sosial, terindikasi dengan konsep kepemimpinan yang juga cendrung harus berubah. Perubahan pola kepemimpinan itu tidak cukup hanya dengan pengetahuan, kecapakan dan keterampilan yang selama ini dimiliki, namun perlu perluasan dan penambahan dalam hal wawasan kenegaraan, pengabdian kemanusiaan, pelayan masyarakat dan administrasi pemerintah. Menciptakan hubungan dengan sesama penyelenggara negara, tokoh masyarakat, organisasi-organisasi sosial dan sebagainya. Kreativitas dalam menanggapi perkembangan dan perubahan yang terjadi.

            Sosok pimpinan yang benar, tidak harus menonjolkan gaya kepemimpinan formal dan cenderung birokratis, namun lebih kepada pengabdian akan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat. Masyarakat merasa memiliki sosok seorang pemimpin yang ia kenal dan mengenal dirinya, sosok pemimpin yang lebih dahulu memperhatikan kepentingan rakyatnya sebelum rakyat itu mengeluhkannya, memperhatikan apa yang dibutuhkan bawahannya, sebelum bawahan itu kehilangan semangat karena merasa ada ketidakadilan yang ia rasakan. Sosok pemimpin seperti telah ditunjukkan oleh seorang Jokowi yang saat ini menjabat sebagai orang nomor 1 di negeri ini.

            Sekilas mengamati sepak terjang Jokowi sejak dilantik Menjadi Presiden RI yang ke VII hingga saat ini,  telah menggambarkan sosok yang memeloroti  tata aturan birokrasi formal, seperti pola berpakaian yang tidak menonjolkan simbol-simbol kekuasaan. Aturan berkendaraan yang tidak memerlukan pengawal di depan, tapi justru memilih di belakang. Penampilan beliau yang selalu berpakaian putih yang selalu ditayangkan di televisi, membuat kita berpikir bahwa apa yang diisyaratkan beliau adalah dalam hidup ini memang kecenderungan harus selalu bersih baik dalam penampilan maupun dalam niat dan efektivitas kerja. Apa yang dilakukan oleh Jokowi, ternyata mampu menggerakan antusiasme masyarakat untuk selalu berpikir dengan kesederhanaan, bekerja dengan semangat kebersamaan, dan sama-sama memiliki seorang pemimpin yang mampu menggerakan pola pikir dan kerja bagi mereka (pendorong gerakan revolusi mental).

            Jokowi adalah sosok pemimpin dengan gaya yang tepat pada saat yang tepat. Kondisi kehidupan masyarakat yang serba individualis, haus akan siraman kebatinan dari seorang pemimpin yang mampu memgerakkan alur pikir masyarakat  dan menggerakan semangat kebersamaan adalah sosok yang didambakan. Ia tidak membedakan siapa yang memilih dan daerah mana mayoritas pemilihnya, tapi memperlakukan semua masyarakat baik mendukung atau tidak pada saat pemilihan adalah sama yakni harus dilayani dan diberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.

            Walau tidak ada yang sempurna, namun paling tidak pola kepemimpinan Jokowi menjadi idaman bagi masyarakat saat ini, yang senantiasa merasa begitu jauh dengan pemimpinnya. Paradigma kepemimpinan formal birokratis yang selalu diatur secara protokoler telah berubah dengan pola yang sederhana merakyat. Apapun namanya, ia telah merubah tatanan birokrasi formal yang ada yang ternyata memang saat ini sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat kita sekarang merindukan seorang pemimpin yang merakyat yang terjun langsung ke masyarakat mencari dan memberi solusi permasalahan rakyatnya secara nyata.

            Pola kepemimpinan seperti ini, memadukan seluruh teori kepemimpinan dengan sistem situasional dan meleburkan manajemen modern dengan keadaan masyarakat. Manajemen modern paling tidak memiliki empat pilar yang menjadi perhatian, pertama bisa membuat perencanaan yang matang. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mampu membuat perencanaan yang matang dan strategis. Untuk membuat perencanaan secara matang dan strategis diperlukan input nyata dan berkualitas, untuk mendapatkan input yang nyata dan berkualitas tentu akan didapatkan dari sumber yang nyata, yakni masyarakat itu sendiri, bukan dikaji di atas kertas semata. Kedua, pelaksanaan yang tepat. Dalam menindaklanjuti perencanaan yang dibuat tentu harus dilakukan tindakan yang tepat melalui perlakuan yang tepat dari pemimpin. Pelaksanaan yang tepat memerlukan karakter seorang pemimpin yang kuat dan tepat pula dalam setiap tindakan. Ketiga, pengawasan yang ketat. Pengawasan yang ketat harus dilakukan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya yang memegang tanggungjawab sebagai perpanjangan tangan darinya. Jika hal ini tidak dilakukan maka tujuan organisasi pemerintahan menjadi tidak tercapai. Pemimpin yang tepat adalah pemimpin yang turun langsung melihat hasil kinerja bahawannya, sebagai respect dari tanggungjawabnya. Keempat, mampu membuat laporan yang akuntabel. Inilah kunci dari segala kegiatan manajemen, yakni laporan yang jelas dan dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan juga sosial. Setidaknya tidak saja kepada pimpinan di atasnya melainkan juga kepada Allah SWT. Pertanyaannya sekarang adalah akankah ada sosok pemimpin seperti ini nantinya di Balai Diklat Kita ? Wallahua’lam bisshawab.                                                                                          *Penulis Widyaiswara BDK Banjarmasin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIODATA PENULIS

Nama                                       : Drs. Surya Subur, M.Pd                     

Tempat Tanggal Lahir             : Banjarmasin, 08 Maret 1964

Pekerjaan                                 : PNS/Widyaiswara

Unit Kerja                               : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Alamat Kantor                                    : Jalan A. Yani Km. 22 Landasan Ulin Banjar Baru

Alamat Rumah                        : Jalan Purwosari I Km. 5 Kecamatan Tamban – Barito Kuala

No HP                                     : – 0812 5192 899

No. Rekening                          : Rekening Simpedes BRI Unit Tamban

  4532-01-001161-53-3 an. Surya Subur Jl.

                                                   Desa Purwosari I RT. 3 Km.5 Tamban 70566

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pendahuluan
  2. Permasalahan

III. Pemimpin yang Benar, Gaya yang Tepat Pada Saat yang Tepat

  1. Kesimpulan