logo-responsive

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH

 

 

 

Oleh

Abdul Hamid,S,Ag M.M.Pd.

Widyaiswara Ahli Madya pada BD Banjarmasin

Editor: bangyoes

                                                                                        Abstrak

Pendidikan Agama Islam merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Adapun yang menjadi dasar dari Pendidikan Agama Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits. Tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu membina manusia beragama yang berarti manusia yang mampu melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna, sehingga tercermin pada sikap dan tindakan dalam seluruh kehidupannya. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia. Dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di sekolah, banyak sekali muncul problematika-problematika. Berbagai problematika yang muncul, bisa berkenaan dengan masalah yang bersifat internal, maupun eksternal.
Kata Kunci :  Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah .

 

I. Pendahuluan

     Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar atau kegiatan yang disengaja dilakukan untuk membimbing sekaligus mengarahkan anak didik menuju terbentuknya pribadi yang utama ( insan kamil ) berdasarkan nilai-nilai etika islam dengan tetap memelihara hubungan baik terhadap Allah Swt ( HablumminAllah ) sesama manusia ( hablumminannas ), dirinya sendiri dan alam sekitarnya.

    Sedangkan pendidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur yang ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.

    Jadi definisi Pendidikan Islam adalah nama sistem, yaitu sistem pendidikan yang Islami yang memiliki komponen-komponen yang secara keseluruhan mendukung terwujudnya sosok muslim yang diidealkan. Pendidikan Islam ialah pendidikan yeng teori-teorinya disusun berdasarkan Alquran dan hadits. Dan pendidikan Islam merupakan suatu proses pembentukan kepribadian manusia kepribadian islam yang luhur.

 

II. Pembahasan

A. Pengertian Pendidikan Agama Islam

     Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, dan mengamalkan Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan. PAI yang pada hakikatnya merupakan sebuah proses itu, dalam perkembangannya juga dimaksud sebagai rumpun mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah maupun perguruan tinggi.

     Dari pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa kegiatan (pembelajaran) PAI diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam peserta didik, disamping untuk membentuk keshalehan sosial. Dalam arti, kualitas atau keshalehan pribadi itu diharapkan mampu memancar keluar dalam hubungan keseharian dengan manusia lainnya (bermasyarakat) baik yang seagama maupun yang tidak serta dalam berbangsa dan bernegara sehingga dapat terwujud persatuan dan kesatuan nasional.

     Berikutnya, PAI dapat dimaknai dari dua sisi yaitu: pertama, ia dipandang sebagai sebuah mata pelajaran seperti dalam kurikulum sekolah umum (SD, SMP, SMA). Kedua, ia berlaku sebagai rumpun pelajaran yang terdiri atas mata pelajaran akidah akhlak, fiqh, Al-Qur’an hadist, sejarah kebudayaan islam dan bahasa arab seperti yang diajarkan di madrasah (MI, MTs dan MA).

B. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP

     Pendidikan Agama Islam ( PAI ) SMP mempunyai karakteristik tertentu yang membedakan dengan mata pelajaran yang lain diantaranya :

Menurut Muhammad Yunus ( 2010 )  :

  1. PAI adalah rumpun mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran- ajaran pokok yang terdapat dalam Agama I Dari segi isinya, PAI merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi salah satu komponen, dan tidak dapat dipisahkan dari rumpun mata pelajaran yang bertujuan mengembangkan moral dan kepribadian peserta didik.
  2. PAI sebagai sebuah program pembelajaran, diarahkan pada:

Menjaga akidah dan ketaqwaan peserta didik

Menjadi landasan untuk rajin mempelajarai ilmu-ilmu lain yang diajarkan disekolah.

Mendorong peserta didik untuk kritis, kreatif, dan inovatif

Menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.PAI bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama Islam, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari ( membangun etika sosial )..

c. Pembelajaran PAI tidak hanya menekanklan penguasaan kompetensi kognitif saja, tetapi juga afektif dan psikomoriknya.

d. Materi PAI dikembangkan dari tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu Akidah, Syariah, dan akhlak.

e. Output program pembelajaran PAI di sekolah adalah terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlak mulia ( budi pekerti luhur  ) yang merupakan misi utama dari diutusnya Nabi Muhammad SAW di dunia ini. Pendidikan akhlak merupakan jiwa pendidikan dalam Islam,sehingga pencapaian akhlak mulia ( akhlakul karimah ) adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan.

C. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama islam (PAI) pada sekolah bertujuan meningkatkan keimanan, ketaqwaan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa terhadap ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dari tujuan tersebut, terdapat beberapa dimensi yang hendak dituju pembelajaran PAI yaitu :

  1. Keimanan siswa terhadap ajaran Islam
  2. Pemahaman atau penalaran (intelektual) serta keilmuan siswa
  3. Penghayatan atau pengalaman batin yang dirasakan siswa dalam menjalankan ajaran agama.
  4. Pengalaman dalam arti bagaimana ajaran yang telah diimani, dipahami, dan dihayati oleh peserta didik itu mampu menumbuhkan motivasi dalam dirinya untuk menggerakkan, mengamalkan, dan mentaati ajaran agama dan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta mengaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kemdikbud ( 2015 )  merumuskan tujuan PAI di sekolah umum, yaitu:

  1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman siswa tentang ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanannya kepada Allah SWT.
  2. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia, yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

     Tujuan PAI ini terelaborasi untuk masing-masing satuan pendidikan dan jenjangnya serta kemudian dijabarkan menjadi standar kompetensi dan kompetensi yang harus dikuasai siswa. Tujuan pendidikan ini sangat terkait dengan standar kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah. Penetapan standar kelulusan ini berlaku bagi semua siswa di Indonesia, sesuai dengan mata pelajaran, jenis dan jenjang pendidikan. Standar pendidikan tersebut termaktub dalam Permendiknas RI Nomor 27 tahun 2015  yang menyebutkan bahwa standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran PAI pada SMP/MTs, ditetapkan yaitu :

  1. Menerapkan tata cara membaca Al-Qur’an menurut tajwid, mulai dari cara membaca “Al Syamsyiah dan Al Qomariah” sampai kepada menerapkan hokum bacaan mad dan waqaf.
  2. Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kapada iman kepada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna.
  3. Menjelaskan serta menerapkan perilaku terpuji seperti qanaah dan menjauhkan diri dari perilaku tercela.
  4. Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah, baik shalat wajib maupun shalat sunah.

Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad Saw dan para sahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara.

DPrinsip pembelajaran pendidikan Agama Islam

Prinsip pembelajaran pendidikan Agama islam yang harus diperhatilan oleh guru yaitu:

  1. Berpusat kepada siswa
  2. Belajar dengan melakukan. Belajar bukan hanya dengan mendengarkan, mencatat sambil duduk dibangku, akan tetapi belajar adalah proses beraktifitas, belajar adalah berbuat.
  3. Mengembangkan kecakapan sosial. Maksudnya strategi pembelajaran diarahkan kepada hal yang memungkinkan siswa terlibat dengan pihak lain.
  4. Mengembangkan fitrah ber-Tuhan. Pembelajaran yang mengarahkan pada pengasahan sara dan penghayatan beragama sesuai dengan tingkatan siswa
  5. Mengemban ketrampilanpemecahan masalah.
  6. Mengembangkan kreatifitas siswa
  7. Mengembangkan pemanfaatan ilmu dan teknologi.
  8. Menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik
  9. Belajar sepanjang hayat, mendorong siswa mencari ilmu dimanapun berada.
  10. Perpaduan kompetisi, kerjasama dan solidaritas.

E. Standar Isi Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

      Berdasarkan PP No. 19 tahun 2005 tentang standar Nasional pendidikan Pasal 6 ayat (1) butir a disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia termasuk di dalamnya muatan akhlak mulia yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia.

     Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama, mata pelajaran agama dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual. Peningkatan potensi spiritual dalam kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan individual ataupun kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiriyual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya menceminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

    Berdasarkan hal tersebut, jelas bahwa pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

    Pendidikan Agama islam diberikan dalam rangka mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang adil, jujur, berbudi pekerti, etis, saling mengahargai, disiplin, harmonis, dan produktif, baik personal maupun sosial.

Tuntutan visi ini mendorong dikembangkannya standar kompetensi sesuai dengan jenjang persekolahan yang secara nasional, ditandai dengan cirri-ciri :

  1. Lebih menitikberatkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi.
  2. Mengakomodasi keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia.
  3. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik dilapangan untuk mengembangkan strategi dan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya pendidikan.

    Dengan pendidikan Agama islam diharapkan tampilnya manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, taqwa dan aktif dalam membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan khususnya dalam memajukan kehidupan bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan dapat menghadapi tantangan, hambatan dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkungan local, nasional serta global.

    Adapun ruang lingkup PAI meliputi aspek-aspek yaitu: Al-Qur’an dan hadist, Akidah Akhlak, Fiqh, Sejarah Peradaban Islam, serta Bahasa Arab. Dengan demikian, PAI dilaksanakan sesuai dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik serta menekankan keseimbangan, keserasian dan keselarasan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama dan alam sekitarnya.

  1. Memperjelas perbedaan atau keistimewaan Pendidikan Agama islam (PAI) sebagai mata pelajaran dibandingkan mata pelajaran lainnya. Sehingga masyarakat tidak salah persepsi mengenai tujuan keberadaan Pendidikan Agama islam (PAI) pada sebuah lembaga pendidikan, yakni membentuk menbentuk anak bangsa yang berkarakter islami.

Mempertegas posisi dan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama islam (PAI) sebenarnya, yakni tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotornya.

 

III. Penutup

Simpulan

  1. Bagi lembaga pendidikan, mengetahui karakteristik pembelajaran PAI, merupakan suatu hal yang dapat membantu dalam mengembangkan pembelajaran PAI itu sendiri. Di satu sisi, kemajuan suatu lembaga pendidikan juga dipengaruhi oleh bagaimana pengembangan pembelajaran yang terlaksana pada sebuah mata pelajaran di sekolah tersebut.
  2. Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah bertujuan meningkatkan keimanan, ketaqwaan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa terhadap ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Nazaruddin. ( 2007 )  Manajemen Pembelajaran, Yogjakarta.

Muhammad Yunus. ( 2010 ). Pola Pendidikan Agama Islam. Rienika Cipta.Jakarta.

Muhammad Arsyad. ( 2012 ). Pendidikan Menyenangkan. Uninus Bandung.

Syaiful Bahri. ( 2013 ). Komponen Pembelajaran Agama Islam. IAIN Antasari Banjarmasin.