logo-responsive

PERAN SEORANG PENDIDIK PROFESIONAL

PERAN SEORANG PENDIDIK PROFESIONAL

Oleh :

H.Abdul Hamid,S,Ag M.M.Pd. ( Widyaiswara Ahli Madya pada BDK Banjarmasin )

Editor : bangyoes

 

Abstrak

Guru merupakan salah satu faktor utama bagi keberhasilan pendidikan. Karena itu tidak mengherankan jika setiap adanya inovasi pendidikan, khususnya dalam perubahan kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia selalu bermuara pada faktor guru. Guru dalam upaya membelajarkan siswa dituntut memiliki multi peran, tugas, kompetensi dan tanggungjawab agar menciptakan kondisi pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan ( PAKEM ). Dalam hal pembelajaran, guru dituntut mampu meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan meningkatkan mutu mengajarnya secara signifikan. Guru professional adalah seseorang yang profesinya mengajar dan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi dalam bidang tugasnya sebagai pendidk-pengajar. Guru profesional  memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas keprofesionalannya secara tepat guna dan berhasil guna dengan menjalankan tugas utamanya  sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai aktifitas murid disekolah.

Kata Kunci: Peran Seorang Pendidik Profesional.

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

    Peningkatan mutu pendidikan selalu menjadi isu sentral dalam penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional. Upaya peningkatan kualitas pendidikan ini menjadi salah satu strategi pokok selain pemerataan kesempatan dan akses pendidikan serta peningkatan relevansi dan efisiensi (Natsir, 2002: 1, Mulyasa, 2009 : 8).

     Berbicara mengenai kualitas pendidikan maka tak akan lepas dari peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru. Guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan dan di setiap jenjang pendidikan, khususnya ditingkat institusional dan instruksional. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada digaris terdepan yaitu guru. Guru menjadi titik sentral dan awal dari semua pembangunan pendidikan.

       Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Guru dapat dihormati oleh masyarakat karena kewibawaannya, sehingga masayarakat tidak meragukan figur guru. Masyarakat percaya bahwa dengan adanya guru, maka dapat mendidik dan membentuk kepribadian anak didik mereka dengan baik agar mempunyai intelektualitas yang tinggi serta jiwa kepemimpinan yang bertanggungjawab. Jadi dalam pengertian yang sederhana, guru dapat diartikan sebagai orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Sedangkan guru dalam pandangan masyarakat itu sendiri adalah orang yang melaksanakan pendidikan ditempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan yang formal saja tetapi juga dapat dilaksanakan di lembaga pendidikan non-formal seperti di masjid, di surau / mushola, di rumah dan sebagainya.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengertian pendidik dan guru ?
  2. Apa itu yang dimakasud profesi guru ?
  3. Apa saja peran seorang guru dalam masyarakat ?
  4. Bagaimana menjadi guru atau pendidik professional ?

 

 BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidik atau Guru

     Istilah pendidikan berasal dari bahasa Latin “e-ducere” atau “educare” yang berarti “untuk memimpin atau memandu keluar”, “terkemuka”, “membawa manusia menjadi mengemuka”, “proses menjadi terkemuka”, atau “sebagai kegiatan terkemuka”. Secara leksikal, dalam Kamus Werbster kata pendidikan atau education diartikan sebagai :

(1) tindakan atau proses mendidik atau menjadi terpelajar ( the action or process of educating or of being educated ), (2) pengetahuan atau perkembangan yang diperoleh dari proses pendidikan (the knowledge and development resulting from an educational process), dan

(3) bidang kajian yang berkaitan dengan metode mengajar dab belajar di sekolah (the field of study that deals mainly with methods of teaching and learning in schools ).

      Menurut Abdul Aziz ( 2013; 34 ) . Pendidikan adalah lembaga dan usaha pembangunan bangsa dan watak bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang sanagat komprehensif, yakni pendidikan kemampuan mental, pikir (rasio,intelek), kepribadian manusia seutuhnya. Untuk membina kepribadian memerlukan rentangan waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup.

     Menurut John Dewey, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan pengalaman. Proses itu bisa terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan anak- anak, yang terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses ini melibatkan pengendalian dan pengembangan bagi orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup. ( Sudarwan Danim, 2010 ). Dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( Sisdiknas ), disebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.

     Ada pun arti guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Digugu artinya diindahkan atau dipercayai. Sedangkan ditiru artinya dicontoh atau diikuti. Ditilik dan ditelusuri dari bahasa aslinya, Sangsekerta, kata “guru” adalah gabungan dari kata gu dan ru. Gu artinya kegelapan, kejumudan. atau kelemahan. Sedangkan ru artinya melepaskan, menyingkirkan atau membebaskan. Jadi, guru adalah manusia yang “berjuang” terus menerus dan secarra gradual melepaskan manusia dari kegelapan. Dia menyingkirkan manusia dari kejumudan (kebakuan dan kemandekan ) pikiran. Dia berusaha membebaskan manusia dari kebodohan yang membuat hidup mereka jauh dari ajaran Tuhan. Dia berikhtiar melepaskan manusia dari kelemahan yang mengungkung yang membuat perilaku mereka buruk layaknya hewan. 

B. Profesi Pendidik atau Guru

      Menurut Ahmad Sanusi ( 2012; 56 ) Profesi berasal dari bahasa latin “ Proffesio ” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi : kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut dari padanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.

  Sebagai sebuah profesi, seharusnya guru tidak beda dengan profesi yang lainnya, tetapi kenyataan yang berkembang di masyarakat luas tidaklah demikian. Masyarakat menuntut guru bukan hanya “penilik kelas” disebuah sekolah. Guru bukan sekedar profesi, dan memang tidak pernah bisa dijadikan profesi sekedar.

   Ketika seseorang ingin menjadi guru. maka dia harus mengubah keinginannya itu menjadi niat tulus dan tekad. Sebab guru bukanlah profesi yang diawali dengan keinginan, tetapi dengan niat tulus ( ikhlas ) dan tekad yang kuat. Keinginan bukan dilandasi oleh sebuah idealisme, tetapi oleh motif financial. Ketika dia sudah benar-benar akan menjadi guru, maka dia akan dihadapkan bukan hanya oleh butir-butir peraturan yang dibuat oleh lembaga pendidikan atau oleh undang-undang yang dibuat pemerintah, tetapi dia juga akan dihadapkan oleh spirit yang terkandung di dalam makna “guru” itu sendiri .

    Tanpa bermaksud mengecilkan profesi lainnya, guru adalah profesi yang mensyaratkan kualitas-kualitas ruhani tertentu yang berbeda dengan profesi lainnya. Dia lebih mirip seorang ulama atau rohaniawan dari pada seorang profesional.

C. Peran Seorang Pendidik atau Guru

Para pakar pendidikan di Indonesia telah melakukan penelitian tentang Peran seorang pendidik professional. Adapun peran-peran tersebut adalah diantara sebagai berikut :

1.Guru Sebagai Pendidik

Menurut Sutaryat ( 2010 ; 57 ) Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai pendidik ( nurturer ) berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.

2. Guru Sebagai Pengajar

     Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.

  Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu: Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis, Mensintesis, Bertanya, Merespon, Mendengarkan, Menciptakan kepercayaan. Memberikan pandangan yang bervariasi. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar, Menyesuaikan metode pembelajaran. Memberikan nada perasaan.

Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru-guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar.

3. Guru Sebagai Pembimbing

       Menurut Abin Syamsudin ( 2014 ) Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran peijalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

Sebagai pembimbing perjalanan guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut :

  1. Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai.
  2. Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis.
  3. Guru harus memaknai kegiatan belajar.
  4. Guru harus melaksanakan penilaian.

4. Guru Sebagai Pemimpin

Guru diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan.Guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan menjadi imam.

5. Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran

    Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran.Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya tidak ketinggalan jaman.

6. Guru Sebagai Model dan Teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan, gaya hidup secara umum.

Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik, tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Guru yang baik adalah yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya, kemudian menyadarikesalahan ketika memang bersalah. Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

D. Karakter Seorang Pendidik atau Guru Profesional

     Menjadi pendidik atau guru profesional bukanlah hal yang mudah akan tetapi, langkah-langkah untuk menjadi pendidik atau guru profesional adalah sebagai berikut :

1.Entrepreneurship

      Guru profesional mempunyai ciri Entrepreneurship, maksudnya dia mempunyai kemandirian. Dia dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada apa pun selain bergantung kepada Allah. Tetapi ini jangan diartikan guru yang profesional itu adalah guru yang semaunya saja, karena dia tidak mau terikat dengan apa pun. Tidak seperti itu. Dia tetap harus mengikuti sistem yang berlaku di institusi tempat dia mengabdi.

Kemandirian di sini hanya dalam sikap. Sikap seorang guru yang memancarkan kepribadian, kewibawaan, kejujuran, dan potensi intelektualnya yang mumpuni.

2. Self Motivation

       Guru profesional mempunyai Self Motivation yang tinggi. Di memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya untuk melakukan sesuatu dengan baik, serta agar bisa terus-menerus berapda dalam kondisi lebih baik dan lebih baik lagi. Motivasi itu datang tanpa harus ada rangsangan ( stimulus ) dari luar atau dari orang lain, karena guru yang profesional mampu menghadirkannya sendiri. Ini bisa terjadi karena guru yang profesional terbiasa menggunakan dan memaksimalkan fungsi otk dan hatinya. Sehingga dia tidak akan pernah merasa kesulitan dalam memotivasi dirinya untuk berbuat dan berkarya yang terbaik dalam kehidupannya.

3. Self Growth

    Setiap orang pasti ingin tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik. Sudah pasti semua guru juga mengharapkan dirinya dapat berkembang searah dengan kemajuan zaman agar mereka tidak terbilas oleh laju perkembanga yang demikian cepat. Karena titik demi titik dalam kehidupan kita senantiasa berisi perubahan, maka mau tidak mau, guru juga harus ikut dalam arus besar perubahan itu.

    Guru profesional selalu berupaya mengikuti perubahan untuk mencapai kualitas diri yang maksimal. Dia ingin tumbuh dan berkembang bersama atau seiring dengan tumbuh dan berkembangnya para murid. Sehingga ketika dia berdiri di depan kelas, di hadapan murid-muridnya, dia tidak terkesan ketinggalan zaman.

4. Capability

      Capability atau kapabilitas adalah kemampuan, kecakapan, atau keterampilan. Orang yang mempunyai kapibilitas adalah yang mempunyai semua potensi di atas dan dia menggunakan atau memanfaatkan secara maksimal dalam hal guru profesional berarti guru yang berkarya “membentuk” murid-muridnya dengan segenap kecakapan bedasarkan sumber-sumber yang benar dia pandai mengelola waktu, sehingga saat demi saat yang dilaluinya sangat efektif dan bermanfaat.

Oleh sebab itu, ciri guru profesional yang dimiliki seorang guru, atau siapa saja yang ingin menjadi guru. Dari semua ciri di atas, tampak jelas bahwa guru profesional itu tidak berkaitan langsung dengan materi atau finansial.

 

BAB. III

PENUTUP

Simpulan

     Dari berbagai macam peranan penting tugas seorang pendidik atau profesi seorang guru, dapat disimpulkan bahwa menjadi pendidik atau guru professional bukanlah hal yang mudah seperti kita membaca buku akan tetapi perlu betul-betul memahami serta melaksanakan apa yang menjadi tugasnya. Diantaranya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pemimpin dan sebagai seorang teladan.

   Dalam sebuah buku ada kalimat bahwa institute keguruan dan ilmu pendidikan (IKIP) diubah menjadi universitas barangkali karena profesi guru sudah tidak lagi menarik bagi sebagian besar putra-putri Indonesia. Tidak ada kebanggaan lagi pada profesi yang dulu sangat di agungkan itu. Adanya perubahan pradigma dalam memandang kehidupan dikalangan anak-anak muda, membuat profesi guru tidak mereka lirik. Belum lagi sederet aturan dan syarat yang berkaitan dengan yang harus dipenuhi oleh seorang guru. makin membuat nyali mereka kecut.

    Sementara kompetisi hidup yang keras dan sengit seringkah memaksa mereka harus melampiaskan kejenuhan dan takanan kerja melalui cara- cara yang “haram” di sisi lain. apresiasi masyarakat terhadap profesi guru semakin berkurang. Sehebat-hebatnya sebuah Negara apabila tanpa memiliki guru atau pendidik, maka Negara tersebut akan mengalami krisis pemikiran dalam hal pendidikan terutama anak-anak.

 Jadi saat itu profesi guru sangat dibutuhkan dan sangat menjanjikan, bahkan di negara Jepang, Malaysia, Singapore, Emirat Arab profesi guru sangat dihormati dan dihargai dan pembayaran gaji yang sangat fantastis. Hidup para guru di Indonesia…

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Amka Abdul Aziz. 2013.  Guru Propesional Berkarakter, ( Cempaka Putih ). Jakarta.

http://septimartiana.blogspot.com/2013/12/makalah-pengertian-peran-dan-fungsi guru.html.

Ahmad Sanusi. 2012. Guru sebagai Panutan. Uninus Bandung.

Sutaryat. 2010. Guru yang Membanggakan. Uninus Bandung.

Abin Syamsudin. 2014. Menjadi Pendidik Profesional. Rienika Cipta. Jakarta.