logo-responsive

PERUBAHAN SISTEM ABSENSI KEHADIRAN PESERTA DIKLAT

 

( Gambar suasana absensi dengan menggunakan alat pembaca Barcode di sebuah kegiatan diklat di kabupaten Paser kalimantan Timur tahun 2018 )

Salah satu perangkat yang harus ada dan sangat penting dalam pelaksanaan sebuah kegiatan adalah adanya bukti kehadiran / absensi orang – orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut, misalnya sebagai peserta kegiatan. Bukti kehadiran / absensi tersebut membuktikan bahwa sebuah kegiatan atau sesi sebuah kegiatan yang telah dilaksanakan benar – benar diikuti oleh segenap peserta yang menghadirinya.  Bukti kehadiran / absensi yang merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan dan pelaporan sebuah kegiatan mutlak adanya.

Bukti kehadiran / absensi biasanya berbentuk tanda tangan atau paraf pada kolom nama yang bersangkutan pada lembaran absensi yang disediakan oleh panitia pelaksana kegiatan

( Contoh bukti kehadiran / absensi manual yang selama ini dipakai )

Sistem absensi manual tersebut dinilai banyak kekurangannya, misalnya ribet, makan waktu, banyak kertas, beresiko robek maupun rusak, dan tidak bisa diiperiksa secara online

Dengan berkaca pada hal – hal tersebut diatas, mulai tahun 2018 ini, Balai Diklat Keagamaan ( BDK ) Banjarmasin menerapkan sistem absensi dengan alat pembaca barcode atau dikenal dengan sistem absen Barcode bagi peserta diklat yang diselenggarakan oleh BDK Banjarmasin. Perubahan sistem yang dilaksanakan ini pasti mengacu kepada tuntutan situasi saat ini dan tentu saja mengarah ke arah pelaksanaan yang lebih baik lagi.

Beberapa kelebihan penggunaan sistem absen barcode ini antara lain  :

  1.  Lebih simpel dan cepat
  2. Tidak ribet
  3. Tidak memerlukan banyak kertas / tidak terlalu boros
  4. Data absensi bisa langsung diakses secara online
  5. Memudahkan pengawasan

Bahkan bila diamati lebih lanjut, penggunaan absensi sistem barcode ini terbukti membuat para peserta diklat menjadi lebih disiplin lagi dibanding dengan pada waktu penerapan sistem absensi manual. karena dengan absensi sistem barcode ini waktu ( jam, menit, detik ) peserta melakukan absensi terekam jelas dan tidak bisa diubah lagi, sedangkan dengan absensi manual hal tersebut tidak bisa terekam. Dan para peserta diklat tentu saja tidak ingin mendapatkan sanksi atau hukuman dari panitia Penyelenggara apabila mereka melanggar peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati sebelumnya.

Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin akan selalu berusaha membuat terobisan baru dan mengadakan perubahan – perubahan ke arah yang lebih baik lagi di masa mendatang, baik itu menyangkut sistem, pelaksanaan, pengawasan, perlengkapan, dan unsur – unsur lainnya. Oleh karena itu BDK Banjarmasin sangat terbuka terhadap kritik, masukan, dan informasi yang sifatnya baru dan konstruktif untuk perbaikan, dan pada akhirnya BDK Banjarmasin berharap mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan negara / unsur aparatur pemerintah dalam bidang pendidikan dan pelatihan ( Diklat )

” SALAM PERUBAHAN”