logo-responsive

PERWUJUDAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA YANG DIWUJUDKAN SECARA NYATA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN

 

         Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya, kebesaran dan kekayaan itu antara lain dapat dilihat dari ribuan suku / ras yang mendiami seluruh wilayah indonesia dari sabang sampai merauke, ribuan pulau yang membentang, ribuan bahasa yang digunakan, serta beberapa agama / kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

      Untuk bisa melaksanakan pembangunan yang bertujuan mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur berdasarkan pancasila, maka salah satu modal utama yang harus ada yaitu PERSATUAN. Dengan adanya persatuan dari seluruh anak bangsa yang berbeda suku, bahasa, latar belakang, dan agama / kepercayaan yang dinaungi dan dibungkus dengan kesadaran sebagai satu bangsa dan negara Indonesia, maka akan tercipta kondisi dan situasi yang sangat mendukung untuk bisa terlaksananya pembangunan disegala aspek kehidupan baik sosial, budaya, ekonomi, politik, dan pertahanan / keamanan. Wujud nyata adanya kesadaran sebagai suatu bangsa tersebut adalah dengan adanya TOLERANSI, yaitu sikap moral untuk saling menghormati dan menghargai adanya perbedaan – perbedaan tersebut di atas.

      Balai Diklat Keagamaan ( BDK ) Banjarmasin sebagai penyelenggara Diklat dibawah Kementerian Agama juga membawa misi untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama dengan mengedepankan sikap toleransi. Karena peserta diklat yang diselenggarakan oleh BDK Banjarmasin berasal dari 4 propinsi ( Kalimantan Selatan, Tengah, Timur, dan Utara ) dengan berbagai latar belakang suku ( Banjar, jawa, Bugis, Madura, Dayak, Bugis, Bali, Timor, flores, dan lain – lain ) dan juga menganut berbagai agama / kepercayaan ( kristen, Islam, Katholik, Hindu, Budha, Konghuchu ). Agar antar sesama peserta diklat bisa saling menghargai dan menghormati diantara mereka, maka salah satu caranya adalah dengan saling mengenal. Karena dengan saling mengenal akan timbul rasa toleransi diantara mereka.

      Contoh nyata wujud toleransi yang diterapkan di  BDK Banjarmasin adalh pada acara pembukaan Diklat Teknis Subtantif Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katholik SD, Pendidikan Agama Hindu SMP, Bahasa Indonesia Mts, dan Akidah Akhlak MA pada tanggal 21 Juli 2018 beberapa waktu yang lalu.

       Kepala BDK Banjarmasin Drs. H. Humaidi, S.Sos, MAP pada waktu pengarahan / pembekalan awal kegiatan diklat tersebut menyampiakan salam kepada para peserta dengan berbagai bahasa daerah dan ucapan salam dalam beberapa agama.. Selain itu juga beliau juga meminta agar para pemeluk agama yang berbeda dari para peserta untuk menyampaikan atau menampilkan ritual / ungkapan keagamaan masing – masing. Untuk yang bergama Islam dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, untuk yang beragama Kristen / Katholik dengan Nyanyian / senandung Do’a, dan yang beragama Hindu menampilkan Kidung Suci seperti pada beberapa cuplikan video berikut ini.

1.Pengajian ayat Suci Al Qur’an dari perwakilan peserta yang beragama Islam

2. Senandung / Nyanyian Do’a dari perwakilan peserta yang beragama Kristen

3. Kidung Suci dari perwakilan peserta yang beragama Hindu

Nilai yang ingin dicapai dari hal tersebut di atas adalah

  • Memberikan kesadaran bahwa peserta berasal dari berbagai suku dengan bahasa dan budaya yang berbeda
  • Memberikan kesadaran bahwa para peserta juga mempunyai agama dan keyakinan yang berbeda – beda
  • Mengenalkan dan memberikan pengetahuan tentang contoh / bukti pelaksanaan ritual / keagamaan berbeda – beda yang dianut oleh para peserta
  • Mengembangkan sikap dan moral saling menghormati dan menghargai perbedaan – perbedaan yang ada diantara sesama peserta diklat
  • Membiasakan bergaul dan berkumpul dengan sesama peserta diklat meski mereka menyadari mempunyai latar belakang yang berbeda – beda dari berbagai segi seperti di atas
  • Menumbuhkan sikap toleransi dan kesadaran sebagai sesama anak bangsa Indonesia yang sama – sama mengemban tugas dan tanggung jawab selama mengikuti diklat.

        Nilai – nilai yang diterapkan di BDK Banjarmasin dalam rangka membangun siklap toleransi selama para peserta mengikuti diklat diharapkan akan terus dipelihara dan dibina di tempat asal para peserta setelah mereka selesai mengikuti diklat ini nantinya.

     Dengan adanya kesadaran akan persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa meski berbeda latar belakang suku dan agama, maka cita – cita kemerdekaan dan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur dapat segera terwujud. Dan kita harus tetap menjaga dan melestarikan semangat persatuan dan kesatuan mulai dari ikrar SUMPAH PEMUDA Tahun 1928, jiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, hingga cita – cita Reformasi akan selalu memayungi kita

 

 

BHINEKA TUNGGGAL IKA, MESKI BERBEDA – BEDA NAMUN KITA TETAP SATU JUA……BANGSA INDONESIA