logo-responsive

Benchmarking Diklat PIM IV Angkatan XXIII ke Pemko Surabaya

Inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya menjadi magnet bagi institusi lain untuk mempelajari lebih lanjut. Salah satunya benchmarking ke Best Practice Diklat Kepemimpinan tingkat IV angkatan XXIII Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sebanyak 30 peserta, 2 pembimbing dan 5 pendamping diterima oleh Herna Wibawati, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya di Gedung Sawunggaling, Kantor Pemerintahan Kota Surabaya. Selasa (1/8).

Erna Zainah, Selaku kepala rombongan peserta Best Practice Diklat Kepemimpinan tingkat IV angkatan XXIII Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin Kementrian Agama Republik Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dan harapannya melalui benchmarking ini rombongannya dapat menggali dan melihat inovasi dan perubahan oleh Pemerintah Kota Surabaya yang bisa menjadi kerangka kerja. Inovasi yang didapat nantinya akan diadaptasi pada unit kerja masing-masing di daerah asalnya.

Herna Wibawati, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya dalam sambutannya mengatakan, dengan keterbatasan jumlah PNS, Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Herna mencontohkan, dengan adanya e-Musrenbang pengajuan perencanaan pembangunan secara online oleh RT dan RW. Herna menambahkan, tiap-tiap balai RW dilengkapi dengan jaringan internet. Sedangkan melalui e-Budgeting, penganggaran dapat dilakukan dengan cepat.

Usai sambutan dan pemaparan, dilakukan tukar menukar cinderamata dari kedua belah pihak. Peserta kemudian melanjutkan ke lokus penelitian yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya serta Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya.