logo-responsive

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF PENYULUH AGAMA NON PNS ANGKATAN XXIX DI LINGKUNGAN KANTOR KEMENAG KAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH

PEMBUKAAN DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF PENYULUH AGAMA NON PNS ANGKATAN XXIX

DI LINGKUNGAN KANTOR KEMENAG KAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH

TANGGAL 3 s.d 9 MARET 2018

posted by yusmadi@bangyoes

Tim / Panitia dari Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin melaksanakan Kegiatan Diklat Di Wilayah Kerja ( DDWK ) di Lingkungan Kantor kementerian Agama Kabupaten Barito Timur. Diklat yang dilaksanakan ini adalah Diklat Teknis Substantif Penyuluh Agama Non PNS yang ada diwilayah kerja Kankemenag kab. Barito Timur.

Tim DDWK BDK Banjarmasin ini terdiri oleh Bp. Idea Hudaya ( Ketua ), Ibu Reva Ratna S ( Bid. Akademik ), Muhtar ( Admin ), dan H. Syuriani ( Keuangan ) serta Bp. Syaifullah & H. Mansyur sebagai Widyaiswara

Tujuan dari diklat ini adalah untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para penyuluh agama non PNS sebagai pembekalan agar para penyuluh agama tersebut mempunyai pengetahuan, pemahaman, dan kompetensi masalah penyuluhan keagamaan sesuai yang diharapkan.

Tugas seorang penyuluh agama di tengah masyarakat / umat beragama sangat penting, karena para penyuluh agama tersebut mempunyai peranan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat atau umat beragam agar bisa menerapkan dan melaksanakan ajaran agama dengan baik di tengah masyarakat. Selain itu para penyuluh agama tersebut juga mempunyai peran untuk menghindarkan dan menangkis segala faham radikal /menyimpang, tingkah laku, pergaulan, dan hal – hal yang melanggar hukum agama dan peraturan pemerintah yang mungkin timbul di tengah masyarakat / umat beragama.

Diklat Teknis substantif ini juga untuk menjawab kebutuhan diklat bagi para penyuluh agama yang sampai saat ini masih banyak yang belum di diklat sebagai pembekalan bagi mereka dalam melaksanakan tugas. Diaharapkan natinya setelah mengikuti diklat teknis ini para penyuluh agama akan memiliki kompetensi yang memadai sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai dengan harapan dari pemerintah dalam pembangunan bidang keagamaan, yaitu masyarakat Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta hidup rukun dan damai dalam bingkai NKRI