logo-responsive

Konsep dan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter

KONSEP  DAN IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)

Oleh H. Yasir Arafat,M.Pd

Abstrak

Karakter lebih dekat dengan akhlak, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau melakukan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi (Imam al-Ghazali).

Penilaian baik buruknya tingkah laku seseorang berkaitan erat dengan karakter yang didasari oleh bermacam-macam tolok ukur yang dianut masyarakat. Karakter terbentuk melalui perjalanan hidup seseorang, oleh karena itu ia dapat berubah. Jika temperamen tidak mengandung implikasi etis, maka karakter selalu menjadi obyek penilaian etis.

Pemerintah dalam hal ini Mendikbud yang bertanggung jawab dalam pembinaan karakter di Sekolah dasar dan menengah sudah mengeluarkan istilah baru yaitu  Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang tujuan utamanya adalah penguatan pada 5 (lima) aspek penting, yaitu: Religius, Nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

 

Kata kunci: Konsep Karakter dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

 

A.   Pendahuluan

Menurut Winni istilah karakter memiliki dua pengertian . Pertama, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya dengan ‘personality’. Seseorang baru bisa disebut ‘orang yang berkarakter’ (a person of character) apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral.

Sementara Simon Philips  (2008), berpendapat karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Sedangkan Doni Koesoema A (2007) memahami bahwa karakter sama dengan kepribadian. Kepribadian diangap sebagai ”ciri, atau karakteristik, atau gaya, atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan.

 

Pakar pendidikan berpendapat bahwa pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. Pendidikan bukan merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi).  

Peserta didi harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan.  Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar, yaitu: (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembang-kan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.

 

Karakter menjadi modal yang sangat penting untuk bersaing dan bekerja sama secara tangguh dan terhormat di tengah-tengah bangsa atau masyarakat dunia lain. Menurut Gedhe Raka berkat pembangunan karakter yang kuat maka para pejuang kemerdekaan berhasil menghantar bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaannya. Karakter juga yang membuat bangsa Jepang cepat bangkit sesudah kekalahannya dalam Perang Dunia II dan meraih kembali martabatnya di dunia internasional. Demikian dengan Bangsa Vietnam tidak bisa ditaklukkan oleh Perancis dan Amerika, mereka memiliki karakter pantang menyerah.

 

B.     Permasalahan

Bagaimana konsep karakter dan implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Sekolah?

 

 

D. Pembahasan

Pendidik harus mampu mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk mapel IPS dari 18 Karakter prioritas. Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan.

        Pengintegrasian tersebut meliputi:

a. Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah

b. Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;

c. Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

        Pendalaman dan perluasan dapat berupa:

a. Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada

        Pengembangan karakter siswa,

b. Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu  

        belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;

c. Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, manajemen berbasis  

        Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Maka sudah saatnya sekarang di Sekolah tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning).

 

Indikator pendidik yang berkarakter, antara lain:

1.      Memiliki pengetahuan keagamaan yang luas dan mengamalkannya dalam kehidupan  sehari-hari secara aktif

2.      Senantiasa mingkatkan kualitas keilmuan secara berkelanjutan

3.      Zuhud dalam kehidupan, mengajar dan mendidik untuk mencari ridha Allah SWT

4.      Sehat jasmani dan rohani

5.      Memilik sifat pemaaf, penyabar, dan jujur

6.      Selalu berlaku adil terhadap peserta didik dan semua stakeholders pendidikan

 

Pendidik yang berkarakter akan berusaha merubah sikap atau kepribadiannya menjadi lebih baik dan profesional serta proporssional, sehingga dapat memberikan keteladanan sekaligus manfaat besar dalam mencerdaskan anak didik secara khusus dan bangsa secara umum.

 

Delapan belas (18) pengembagan sifat atau karakter peserta didik

NO

NILAI

DESKRIPSI

1

Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain

2

Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan,dan pekerjaan

3

Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya

4

Disiplin

Tindakan yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tgas denga sebaik-baiknya

5

Kerja Keras

Perilaku yang menunjukkan upaya dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya

6

Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki

7

Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas

8

Demokratis

Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain

9

Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat da didengar

10

Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

 

11

Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bangsa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi

12

Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain

13

Bersahabat/Komunikatif

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul dan bekerja sama dengan orang lain

14

Cinta Damai

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya

15

Gemar Membaca

Kebiasaan menyediakan waktu membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya

16

Peduli Lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi

17

Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin member bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan

18

Tanggung-jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya) Negara dan Tuhan Yang Maha Esa

 

Dari delapan belas (18) karakter peserta didik sebagaimana yang telah diketahui dan dipahami oleh pendidik, kemudian “ disederhanakan” kembali menjadi 5 (lima) Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

NO

NILAI

DESKRIPSI

1

 

 

 

Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain

2

Nasionalis

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bangsa dan negarai Republik Indonesia.. Menghormati dan menghargai para pahlawan dan memantapkan diri bahwa NKRI merupakan harga mati

3

Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas

4

Gotong Royong

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya bersama-sama dengan orang/kelompok lain. Ciri sifat gotong royong adalah menempatkan kepentingan kelompok daripada kepentingan dirinya atau kelompok yang lain.

5

Integritas

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan,dan pekerjaan

 

C.    Penutup

 

setiap peserta didik secara naluri mempunyai sifat yang baik, tetapi pengaruh luar dan pembiasaan yang salah membuat mereka bertindak salah. Perbuatan yang dilakukan secara sadar disebut sebagai kelakuan atau tingkahlaku (behavior). Berkata benar, perkataan dusta, perbuatan kebajikan, perbuatan kejahatan, adalah perbuatan yang bukan hanya bersifat lahir, tetapi mempunyai dasar-dasar di dalam jiwa.

     Pendidikan karakter terutama yang 5 (lima) macam ( religius, nasionalis,mandiri,gotong royong dan integritas) sebagaimana telah dibahas harus dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan dan tentu saja melalui proses yang panjang. Hal ini penting dilakukan para pendidik, agar menghasilkan anak didik yang berkarakter di masa yang akan datang.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

                       http://www.kurikulumnasional.net/2017/05/inilah-rpp-kurikulum-2013-revisi-tahun.html

                       http://duniadikdas.blogsport.co.id/2016/07/kumpulan-rpp-kurikulum-2013-sma-terbaru.html

                       Ibrahim, 2012. Pendidikan dan Karakter Bangsa. Uni Press. Bandung

    Mulyono. 2010. Pendidikan Berbasis Hati. Pustaka Utama. Surabaya

 

 

 

 

                                              

                                                                                                                   yasir arafat. Hp/WA: 087814506744

                                                                                                                    e-mail:yasir.razi@gmail.com