logo-responsive

Tetapkan 10 Program Pelayanan Publik, Kemenag Tingkatkan Sinergitas dengan TNI

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, kementerian yang dipimpinnya menetapkan 10 program prioritas di 2017 untuk mempercepat peningkatan pelayanan publik melalui e-government dan Pusat Pelayanan Terpadu.

Untuk menjalankan program tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) tidak dapat bekerja sendiri, karena itu Kemenag membuka kerja sama dengan berbagai pihak termasuk TNI. Sejauh ini, sambung Menag, TNI dan Kemenag telah bekerja sama dengan sangat baik misalnya sebagai bagian dari misi haji Indonesia, personil TNI yang bergabung dalam tim petugas haji, telah menunjukkan kinerja yang luar biasa terutama dalam menghadapi situasi krisis.

“Untuk itu, sinergitas adalah yang kata yang tepat diwujudkan dalam hubungan antara TNI, Kementerian Agama dan rakyat/umat. Kami berharap kerja sama di bidang lain juga dapat dijalin,” ujar Menag saat memberikan sambutan pada acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2017 yang mengusung tema “Bersama rakyat, TNI kuat, Hebat, Profesional Siap Melaksanakan Tugas Pokok”di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (18/1/2017)..

Disampaikan Menag Lukman, sesuai dengan tupoksinya, keselamatan bangsa adalah ujung dari segala capaian kinerja TNI. Tugas ini boleh dibilang hampir sama dengan Kemenag. Bedanya, jika TNI bertugas menjaga keselamatan rakyat Indonesia di dunia, maka kami bertugas menyelamatkan rakyat di akhirat.

Dua hal yang jadi fokus perhatian Kementerian Agama (Kemenag) saat ini kepada para pemimpin Tentara Nasional Indonesia (TNI), yaitu; layanan publik bagi umat dan saluran aspirasi umat.

“Layanan publik terus kami perbaiki bukan semata demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” kata Menag.

10 program prioritas yang telah ditetapkan Kemenag yakni pertama, pembentukan Lajnah Tashih buku teks dan bahan ajar agama/keagamaan. Kedua, pendidikan wawasan kebangsaan bagi guru dan tokoh agama. Ketiga, pendekatan tokoh agama berbasis massa dan pembentukan jaringan ulama moderat.

Selanjutnya, keempat peningkatan kapasitas pengelolaan isu keagamaan di media sosial. Kelima, penyelenggaraan riset persepsi beragama secara rutin dan berkala. Keenam, penyusunan kaidah hukum agama berbasis Indonesia kekinian dan fikih sosmed. Ketujuh, penyusunan roadmap ekonomi umat dan peningkatan produktifitas bantuan sosial serta sinergitas lembaga.

Kedelapan, pembinaan tempat ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan nonformal melalui workshop hingga sertifikasi pengajar agamanya. Kesembilan, pembentukan tim kreatif untuk reframing isu keagamaan di media massa dan medsos serta kesepuluh penguatan komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

sumber: http://www.netralnews.com/news/religi/read/49157/tetapkan.10.program.pelayanan.publik..kemenag.tingkatkan.sinergitas.dengan.tni